Kemendag Sebut Potensi Transaksi Alat Kesehatan RI di Dubai Capai Rp 207 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat potensi transaksi sebesar US$ 13,16 juta atau setara Rp 207 miliar pada produk alat kesehatan Indonesia yang ditampilkan di Pameran Arab Healt 2024 yang digelar di Dubai World Trade Centre.
“Nilai tersebut naik 43,83% dari capaian transaksi tahun 2023 yang tercatat sebesar US$ 9,15 juta,” ucap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/2/2024).
Nilai potensi transaksi tersebut terdiri atas transaksi potensial sebesar US$ 12,08 juta, penandatanganan kontrak dagang antara PT Graha Tekno Medika dengan buyer Prancis sebesar US$ 1,07 juta (EUR 1 juta).
Baca Juga
Pajak BBM DKI Naik Jadi 10%, ESDM Akan Surati Kemenkeu dan Kemendagri
Kemudian, penandatanganan kontrak dagang antara PT Mega Andalan Kalasan (MAK) dengan enam buyers yang berasal dari Qatar, PEA, Bahrain, Etiopia, Oman, dan Republik Ceko sebesar US$ 825 ribu untuk produk furnitur rumah sakit.
Jenis produk yang paling banyak diminati buyer selama pameran berlangsung yakni jarum suntik, sphygmomanometer dan stetoskop, peralatan rumah sakit, ceraspon, haemostatic sponge, serta pompa infus (infusion pump).
Adapun negara pembeli terbesar berasal dari Mauritius, Maroko, Persatuan Emirat Arab, India, dan Arab Saudi. Menurut Didi, keikutsertaan Indonesia pada Pameran Arab Health merupakan salah satu upaya menangkap peluang terhadap permintaan alat kesehatan dunia.
Baca Juga
Telkom dan Kemendag Siapkan Startup Gim Lokal Raih Pasar Global
“Promosi produk alat kesehatan Indonesia melalui Pameran Arab Health 2024 di Dubai ini merupakan upaya merespons tren permintaan pasar dunia terhadap alat kesehatan,” tandas Didi.

