Jokowi: Hati-Hati Konflik Timur Tengah bisa Picu Kenaikan Harga Minyak
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekhawatirannya terhadap konflik Timur Tengah, apalagi setelah Iran terseret. Konflik tersebut tentu bisa memicu harga minyak dunia bertengger di level tinggi ke depan.
Sebagaimana diketahui, Iran merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari US Energy Information Administration (ElA), Timur Tengah memproduksi 35% minyak dunia.
Baca Juga
“Hati-hati! Perang di Palestina yang mengikutsertakan Iran dalam kancah perang bisa mengkhawatirkan dunia, sehingga harga minyak sempat naik,” kata Jokowi dalam acara Inagurasi Menuju Ansor Masa Depan, dikutip dari Sekretariat Presiden, Selasa (28/5/2024).
Dia meminta, semua pihak untuk tidak menganggap remeh keterlibatan Iran dalam konflik di Timur Tengah tersebut. Pasalnua, jika harga minyak dunia naik akan memberi dampak kenaikan harga pula bagi berbagai komoditas di Indonesia.
“Perang yang jauh dari kita bisa berpengaruh pada Indonesia. Kalau harga minyak naik, karena produksi Iran turun, artinya semua harga barang-barang akan ikut naik,” ujar mantan Walikota Solo tersebut.
Baca Juga
Lebih lanjut, Jokowi menyebutkan, geopolitik merupakan hal yang harus dicermati dengan baik karena memberi dampak terhadap banyak negara. Ia lantas mengungkit perang Ukraina dengan Rusia yang menyebabkan harga gandum melonjak.
“Sama seperti perang di Ukraina. Perangnya jauh dari kita, tapi harga gandum melompat saat itu hampir mencapai 50%. Karena produksi gandum terbanyak berasal dari Ukraina dan Rusia. Perang membuat kedua negara tidak bisa mengekspor produknya,” papar Presiden Jokowi.
Ketika dirinya mengunjungi Ukraina, dia mengatakan, sebanyak 77 juta ton gandum yang tertahan. Sementara itu di Rusia, Jokowi menyebut sebanyak 130 juta ton yang tertahan. Hal itu menyebabkan harga mie dan roti di Indonesia naik.
