Menteri ESDM Ungkap Kemajuan Upaya Transisi Energi Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkap kemajuan terkait upaya transisi energi Indonesia sejak COP 28 di Dubai pada November-Desember 2023.
Arifin menyampaikan bahwa Indonesia telah menyampaikan Enhanced Nationally Determined Contribution (e-NDC) dan membuat Peta Jalan Net Zero Emission (NZE) sektor energi. Dalam dokumen e-NDC, Indonesia akan semakin mengurangi emisi dari target sebelumnya 29% menjadi 32% di 2030.
"Kami telah menyampaikan dokumen e-NDC yang akan semakin mengurangi emisi dari 29% ke 32% pada 2030. Kami juga telah membangun peta jalan NZE pada sektor energi yang akan dicapai pada 2060 atau lebih cepat melalui transisi energi bersih," kata Arifin dalam keterangan resmi, Jumat (24/5/2024).
Pemerintah Indonesia saat ini, kata dia, tengah menyiapkan dokumen Second NDC yang memuat berbagai komitmen baru untuk pencapaian target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan kemampuan sendiri dan dukungan internasional pada tahun 2031-2035, yang sejalan dengan skenario 1,5 derajat celcius.
Baca Juga
Menteri ESDM Kembali Ungkap Komitmen Terapkan NZE, Begini Petanya
Arifin menerangkan, Second NDC akan membandingkan pengurangan emisi GRK terhadap tahun rujukan 2019, yang berbasis inventarisasi GRK. Jadi tidak lagi menggunakan baseline business as usual.
Dalam dokumen Second NDC, Indonesia juga akan memutakhirkan kerangka transparansi yang mencakup Sistem Registri Nasional (SRN) dan MRV (measurement, reporting and verification).
Selain komitmen mitigasi, Indonesia juga akan lebih memperkuat komitmen adaptasi perubahan iklim berdasarkan pelaksanaan Enhanced NDC.
Arifin menyampaikan, Pemerintah Indonesia sangat yakin dapat mencapai target NZE 2060, meski masih terdapat beberapa tantangan yang harus diselesaikan. Di antaranya adalah potensi sumber energi terbarukan yang beragam, namun tersebar di berbagai titik di seluruh Indonesia yang jauh dari demand utama.
"Maka dari itu, kita perlu mengembangkan infrastruktur interkoneksi melalui jaringan listrik dan pipa gas untuk mendukung integrasi energi regional dan pembangunan ekonomi,” ujar Arifin Tasrif.
Baca Juga
Pupuk Kaltim Siapkan 365.364 Ton Pupuk Subsidi untuk Tiga Wilayah Ini
Disebutkan oleh Arifin bahwa Indonesia akan mengembangkan Super Grid untuk untuk mendukung pengembangan energi terbarukan, menyelesaikan kesenjangan antara produsen dan konsumen, serta intermiten energi terbarukan.
“Pipa gas juga akan dibangun dari Sumatera ke Jawa untuk memanfaatkan sepenuhnya sumber daya gas kami," jelas dia.
Selain itu, Arifin berpendapat perkembangan teknologi dalam skala industri perlu dipercepat dan dipermudah untuk memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Indonesia juga perlu memperluas hilir industri pengolahan mineral untuk membangun ekosistem dan rantai pasokan yang mendukung transisi energi, serta menciptakan lapangan kerja baru.

