Kerja Sama dengan China, Mentan Amran Ingin Pertanian RI Pakai Teknologi Canggih
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan ke China National Rice Research Institute (CNRRI), lembaga riset padi terbesar di China yang berdiri sejak tahun 1981.
Kunjungan ini menandai langkah awal kerja sama strategis dalam teknologi pertanian antara Indonesia dan China. Tujuan utama kerja sama ini adalah untuk peningkatan produksi dan produktivitas hasil panen melalui teknologi dan inovasi terbaru.
Kunjungan juga sebagai upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dengan memperbaiki pola tanam sehingga lebih efisien dan berkelanjutan. Selanjutnya upaya penurunan biaya produksi hingga 40-60% melalui teknologi alat dan mesin pertanian dan metode baru.
“Kerja sama ini tidak hanya untuk menjamin kecukupan pangan di kedua negara, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan pangan global,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (23/5/2024).
Baca Juga
Teken Kerja Sama, Mentan Ingin Vietnam Bantu Kembangkan Lahan Rawa RI
“Dengan memadukan keahlian dan teknologi dari CNRRI, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung pertanian yang berkelanjutan di masa depan,” tambah Mentan Amran.
Lebih lanjut, menurut Amran, Kementerian Pertanian RI optimis bahwa inisiatif tersebut akan membuka jalan bagi inovasi baru dan meningkatkan kesejahteraan seluruh petani di Indonesia.
“Serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan China dalam bidang pertanian,” tandasnya.
Diketahui dalam beberapa dekade terakhir, CNRRI telah menciptakan terobosan penting, termasuk pengembangan varietas padi hibrida dengan produktivitas rata-rata mencapai 9,7 ton per hektar.
Selain itu, CNRRI juga memanfaatkan teknologi pertanian presisi seperti kecerdasan buatan (AI) dan sistem mekanisasi modern yang terintegrasi, yang sangat meningkatkan efisiensi pertanian.

