Dorong Produksi Pertanian, Mentan Amran Beri Bantuan Rp 300 Miliar untuk Petani Sumbawa
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan sebanyak Rp 300 miliar kepada para petani, peternak, hingga penyuluh pertanian di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk keperluan bibit, traktor, dan sarana pertanian lainnya.
"Kami datang ke NTB ini dengan memberi bantuan totalnya lebih kurang Rp 300 miliar," ucap Mentan Amran dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (27/1/2024).
Menurut Amran, bantuan sebesar itu layak diberikan mengingat pentingnya peran petani, peternak dan penyuluh sebagai ujung tombak kemajuan pertanian di Indonesia. Sehingga produksi pertanian tahun 2024 hingga ke depanya semakin meningkat dan bisa kembali swasembada bahkan ekspor.
"Pangan ini masalah kita bersama, masalah dunia. Sekarang ini terjadi Gorila El Nino, pangan kita dalam kondisi tidak baik-baik saja. Kami khawatir soal itu," terangnya.
"Kami datang ke NTB ini dengan memberi bantuan totalnya lebih kurang Rp 300 miliar," ucap Mentan Amran dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (27/1/2024).
Menurut Amran, bantuan sebesar itu layak diberikan mengingat pentingnya peran petani, peternak dan penyuluh sebagai ujung tombak kemajuan pertanian di Indonesia. Sehingga produksi pertanian tahun 2024 hingga ke depanya semakin meningkat dan bisa kembali swasembada bahkan ekspor.
"Pangan ini masalah kita bersama, masalah dunia. Sekarang ini terjadi Gorila El Nino, pangan kita dalam kondisi tidak baik-baik saja. Kami khawatir soal itu," terangnya.
Baca Juga
Mahfud MD Sebut Jumlah Petani RI Makin Turun, Mentan Beberkan Datanya
Amran pun menyebutkan kalau Kabupaten Sumbawa juga fokus pada pengembangan budidaya jagung. Sumbawa merupakan sentra produksi jagung nasional, yang memiliki lahan luas sehingga menjadi ujung tombak penguatan persediaan stok jagung nasional.
"Kalau ini ditanam dengan hasilnya yang baik, nanti bantuan akan ditambah. Aku datang lagi ke Sumbawa harus hasilnya berlipat ganda. Produksi jagung harus kita genjot untuk kembali swasembada dan kita ekspor. Kita tidak lagi impor karena itu menguntungkan petani negara lain, bukan negara kita," ungkapnya.
"NTB, khususnya Sumbawa dan Lombok adalah penopang pangan nasional. Kita bangun sejarah dari impor jadi ekspor, yang berkontribusi adalah NTB, khususnya Sumbawa. Kita kembalikan kejayaan ini," tandas Mentan Amran.

