Ini Alasan Indosat (ISAT) Masih Tambah Jumlah BTS 2G
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) masih mengoperasikan stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) 2G yang terbatas untuk layanan komunikasi suara (telepon) dan teks atau pesan singkat atau short message (SMS).
Berdasarkan laporan kuartal I-2024 IOH, jumlah BTS 2G IOH mencapai 51.269 unit. Angka tadi mengalami kenaikan 11,2% dari 46.087 unit BTS 2G pada kuartal I-2023 (year-on-year/yoy).
Director & Chief Commercial Officer (CCO) IOH Ritesh Singh mengatakan, masih banyak pelanggan yang masih mengandalkan jaringan 2G untuk berkomunikasi.
Pelanggan tersebut masih menggunakan ponsel dengan fitur dasar (feature phone) atau ponsel pintar keluaran lama yang belum mendukung Voice over Long-Term Evolution (VoLTE).
Baca Juga
Indosat (ISAT) Pertimbangkan Satelit untuk Gantikan Peran Menara BTS
“Masih banyak pelanggan yang menggunakan feature phone yang tidak dilengkapi dengan VoLTE capability (kemampuan). Beberapa ponsel yang beredar masih banyak yang seperti itu sehingga mereka masih mengandalkan jaringan 2G,” katanya dalam Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2024 pada Selasa (21/5/2024).
Pada kesempatan yang sama, Director & Chief Technology Officer (CTO) IOH Desmond Cheung menyatakan bahwa pihaknya berambisi menjangkau lebih banyak wilayah perdesaan, khususnya wilayah Indonesia bagian timur. Oleh karena itu, IOH masih akan melanjutkan ketersediaan jaringan 2G di Tanah Air.
“Kami fokus pada apa yang menjadi kebutuhan pelanggan, perangkat apa yang mereka miliki. Karena sebagian masyarakat di wilayah tersebut masih menggunakan 2G, jadi perlu kami layani,” ujarnya.
Walaupun demikian, Desmond menegaskan bahwa perluasan cakupan jaringan 4G menjadi fokus ekspansi IOH. Adapun, untuk memperluas cakupan jaringan 5G pihaknya masih terus mengamati sejauh mana penetrasi perangkat 5G di masyarakat.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Bakal Luncurkan Pesaing ChatGPT Berbahasa Jawa
“Sementara ini, untuk jaringan 5G kami masih menunggu kebijakan baru yang akan dikeluarkan oleh pemerintah. Mungkin tidak akan lama lagi. Sehingga, ini akan menentukan arah untuk kami berinvestasi di jaringan 5G, menentukan kota mana yang akan kami bangun jaringan 5G terlebih dahulu,” tuturnya.
Sebagai catatan, pada kuartal I-2024 tidak tercatat adanya penambahan jumlah BTS 5G IOH. BTS 5G IOH berjumlah 90 unit atau masih dama seperti periode yang sama tahun lalu atau kuartal I-2023.
SVP Head of Corporate Communications IOH Steve Saerang mengatakan bahwa, ekspansi yang dilakukan oleh perusahaan akan mengikuti kebutuhan pelanggan. Sampai dengan saat ini, kebutuhan utama dari pelanggan IOH masih jaringan 4G yang akan terus diperluas jangkauannya, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
“Nah yang dibutuhkan oleh pelanggan saat ini adalah layanan 4G, sehingga 4G menjadi prioritas untuk rollout di tahun ini,” jelas Steve.
Pada kuartal I-2024, IOH diketahui telah mengoperasikan 183.760 unit BTS 4G, atau naik 20,8% secara tahunan (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya 152.155 unit BTS 4G.
Sebelumnya, Steve menyebut layanan komunikasi suara dan pesan singkay yang menggunakan jaringan 2G masih berkontribusi besar terhadap rerata pendapatan per pelanggan IOH atau average revenue per unit (ARPU) sebesar Rp 38.500 pada akhir 2023.
"Kontribusi SMS masih besar, walaupun yang paling tinggi di MIDI [Multimedia, Komunikasi Data dan Internet], kontribusi cukup signifikan terhadap laporan keuangan terakhir," katanya ketika ditemui di Kantor Pusat IOH pada Senin (20/5/2024).
Selain untuk kebutuhan layanan telepon dan SMS, jaringan 2G masih digunakan di beberapa mesin pembayaran elektronik atau electronic data capture (EDC).

