Indosat (ISAT) Tambah 25.000 BTS di Semester I-2024, BTS 2G Juga Ikut Ditambah
JAKARTA, investortrust.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menambah jumlah menara stasiun pemancar atau base transceiver station (BTS) sebanyak 25.000 unit sepanjang semester I-2024 untuk meningkatkan layanan kepada pelanggan. Sebanyak 22.000 unit di antaranya merupakan BTS 4G.
Director & Chief Business Officer IOH Muhammad Buldansyah mengatakan, hingga akhir paruh pertama tahun ini pihaknya sudah mengoperasikan 240.500 unit BTS di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut meliputi 52.100 unit BTS 2G, 188.200 unit BTS 4G, dan 103 unit BTS 5G.
Baca Juga
Laba Indosat (ISAT) Semester I-2024 Melesat 43,3%, Berikut Pendorongnya
"Dengan meningkatkan cakupan dan kapasitasnya, Indosat memastikan pengalaman pelanggan yang lebih baik yang mendorong loyalitas dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi," katanya dalam Paparan Kinerja Semester I-2024 IOH yang digelar secara daring pada Selasa (30/72/2024).
Selain menambah jumlah BTS, IOH juga sudah merampungkan sepenuhnya konsolidasi jaringan IM3 dan 3 di Jawa pada semester II-2024. Konsolidasi tersebut merupakan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan oleh IOH setelah merger Indosat Ooredoo dan 3 (PT Hutchison 3 Indonesia) pada 4 Januari 2022.
Adapun, untuk perinciannya adalah Jabodetabek rampung pada Juli 2024, Jawa Barat dan Jawa Timur pada Juni 2024, serta Jawa Tengah pada Mei 2024. Konsolidasi jaringan IM3 dan 3 diklaim meningkatkan layanan IOH ke pelanggan, antara lain peningkatan kecepatan unduh, latensi lebih rendah, dan pengalaman bermain gim yang lebih baik.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Bermitra dengan AionOS Akselerasi Kedaulatan AI di Indonesia
Upaya peningkatan layanan yang dilakukan oleh IOH lewat penambahan jumlah BTS dan konsolidasi jaringan IM3 dan 3 berhasil menambah basis pelanggan hingga 900.000 pelanggan. Jumlah pelanggan operator telekomunikasi tersebut hingga akhir semester I-2024 mencapai 100,9 juta pelanggan.
"Pertumbuhan ini berkontribusi pada peningkatan lalu lintas data yang mengesankan, naik 13,4% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi 7.965 PB (petabita)," ujar pria yang akrab disapa Danny itu.
Danny menambahkan pihaknya terus melakukan investasi strategis dalam meningkatkan infrastruktur jaringannya. Belanja modal atau capital expenditure (capex) yang digelontorkan pada semester I-2024 mencapai Rp4,52 triliun yang mana sekitar 89,8% dari belanja modal dialokasikan untuk layanan seluler guna mendukung permintaan pertumbuhan layanan data, sementara selebihnya dialokasikan untuk multimedia, data communication, internet (MIDI) dan teknologi informasi (TI).
"Dengan meningkatkan cakupan dan kapasitasnya, IOH memastikan pengalaman pelanggan yang lebih baik yang mendorong loyalitas dan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi. Upaya ini secara langsung berkontribusi
pada peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna atau average revenue per unit (ARPU) sebesar 10,5% YoY untuk pelanggan seluler, kini mencapai Rp37.900," pungkasnya.
Grafik Saham ISAT

