Indosat (ISAT) Shutdown BTS 3G, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Director & Chief Business Officer Indosat Ooredo Hutchison (ISAT), M. Danny Buldansyah mengatakan perusahaannya kini telah meninggalkan Base Transceiver Station (BTS) untuk jaringan 3G.
“3G kita sudah menjadi nol karena kita shutdown,” kata Danny, saat paparan kuartal III-2023 Indosat Ooredo Hutchison (IOH), Senin (30/10/2023).
Danny mengatakan seluruh jaringan 3G Indosat saat ini telah berganti menjadi 4G. Sementara itu, Indosat masih mempertahankan jaringan 2G untuk coverage.
Saat ini, kata Danny, Indosat memiliki 221 ribu BTS yang terdiri atas 172 ribu BTS 4G, dan 49 ribu BTS 2G. Pada kuartal-III tahun 2022, Indosat memiliki 188 ribu BTS dengan masing-masing terdiri atas 128 ribu BTS 4G, 15 ribu BTS 3G, dan 45 ribu BTS 2G.
Sementara itu dari sisi pelanggan, Danny menyebut ada kenaikan dari 98,6 juta pelanggan menjadi 99,4 juta pelanggan, atau naik sebesar 0,8% dari tahun lalu (yoy).
Baca Juga
Raup Laba Rp 2,7 Triliun, Indosat (ISAT) Cetak Rekor Baru Ini
Dari pertumbuhan basis pelanggan ini, Indosat menorehkan Average Revenue per User (ARPU) sebesar Rp 34.700 selama 9 bulan. Angka ini, kata Danny, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp33.800.
Danny mengatakan dengan meningkatkan BTS tersebut, Indosat mengalami pertumbuhan data trafik. “Kami tumbuh 16,9%” ujar dia.
Danny mengatakan, saat ini Indosat baru saja menyelesaikan pengembangan area jaringan baru di Nusa Tenggara. “Dan tahun ini sudah selesai dengan cakupan 92% populasi di Pulau Lombok,” ujar dia. (CR-7)

