Larangan Study Tour Ancam Target Kunjungan Wisatawan Domestik
JAKARTA, investortrust.id - Pelarangan karyawisata (study tour) di beberapa daerah imbas kecelakaan maut bus pariwisata di Ciater, Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu bakal berdampak pada target kunjungan wisatawan domestik.
Seperti diketahui, pada Sabtu (5/5/2024), bus pariwisata PO Putera Fajar Wisata yang mengangkut pelajar SMK asal Depok, Jawa Barat itu terguling setelah mengalami rem blong di Ciater. Sebanyak 11 orang penumpang bus meninggal dunia dalam insiden tersebut.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut target kunjungan wisatawan domestik tahun ini bisa meleset jika pelarangan karyawisata meluas. “Kalau meluas larangan ini, tentunya target 1,5 miliar pergerakan wisatawan nusantara akan sulit tercapai bila larangan ini dilakukan,” kata Sandiaga dalam Weekly Brief With Sandiaga Uno yang digelar secara daring pada Senin (20/5/2024).
Baca Juga
Sandiaga Undang Industri Pengobatan Tradisional China Investasi di Indonesia
Sandiaga menyebut kegiatan karyawisata memiliki banyak manfaat, tidak hanya bagi para pelajar tetapi juga pelaku usaha di sekitar obyek wisata yang dikunjungi. Adapun, jatuhnya korban juga bukan diakibatkan oleh aktivitas yang dilakukan selama karyawisata berlangsung.
Alih-alih melarang karyawisata, menurut Sandi alangkah lebih baik jika pemilihan moda transportasi yang digunakan dilakukan dengan cermat.
“Keselamatan penumpang study tour, dijelaskan Sandiaga merupakan hal utama yang perlu jadi perhatian setiap instansi. Untuk itu, yang perlu dibenahi adalah sisi transportasinya, bukan penerapan dari larangan study tour itu sendiri,” tuturnya.
Selain berdampak positif terhadap perekonomian di destinasi wisata, Sandiaga menilai banyak sisi positif yang dari karyawisata bagi pelajar. Salah satunya adalah pengalaman yang tidak mungkin mereka dapatkan jika hanya belajar dari dalam ruang kelas atau di rumah.
Baca Juga
Soal Duet Anies-Ahok di Pillkada Jakarta, Begini Tanggapan Sandiaga Uno
“Banyak sekolah dari luar negeri yang mengadakan study tour ke Indonesia untuk mendapatkan pengalaman Alangkah ironisnya jika kita melarang pelajar kita untuk berkegiatan study tour, padahal yang bermasalah adalah transportasinya dan SDM yang mengendalikannya. Ibaratnya kita gatal di kepala, tapi yang digaruk kaki," Sandiaga menambahkan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tak menampik bahwa insiden kecelakaan bus pengangkut rombongan pelajar yang melakukan karyawisata kerap terjadi. Adapun, untuk menghindari insiden tersebut terulang kembali, pihak penyelenggara perlu memastikan kesiapan kendaraan dan awaknya.
“Kita membenahi sisi transportnya, tapi kalau transportnya sudah mumpuni, sudah terregister dan SDM (sumber daya manusia) juga andal dan prima, maka saya meminta agar study tour ini dijalankan kembali," jelasnya.
Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah memeriksa ketertiban administrasi dan kelaikan kendaraan bus pariwisata melalui Sistem Informasi Perizinan Online Angkutan dan Multimoda (Spionam) Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pemeriksaan tersebut menurut Sandiaga juga sudah disosialisasikan ke pelaku usaha pariwisata, khususnya agen atau biro perjalanan wisata.
"Kami akan terus melakukan sosialisasi pengawasan dan pemilihan moda transportasi yang sudah lulus uji KIR dan kelaikan yang bisa diakses melaui Spionam," tegasnya.

