ICDX Optimistis Perdagangan CPO melalui Bursa Marak ke Depan
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) optimistis perdagangan minyak sawit mentah (CPO) melalui bursa akan menjadi pilihan utama ke depan.
ICDX optimistis ke depan perdagangan CPO di Bursa akan menjadi pilihan bagi pelaku perdagangan CPO di Indonesia, karena didukung sejumlah keunggulan. “ICDX selaku bursa, akan menjalankan sebaik-baiknya dengan tata Kelola yang baik, transparan dan akuntabel,” ungkap Yugieandy.
Direktur ICDX Yugieandy T Saputra mengatakan, selama ini, pelaku CPO di Indonesia sudah terbiasa dengan transaksi Business to Business (B2B) berbeda melalui bursa. Oleh karena itu, perlu proses dan waktu lebih panjang agar transaksi bisa melalui bursa.
Baca Juga
Kuartal I Melesat, ICDX Yakin Target Kenaikan Volume Transaksi 2024 Tercapai
“ICDX selaku bursa, akan menjalankan sebaik-baiknya dengan tata Kelola yang baik, transparan dan akuntabel,” ungkap ujar Yugieandy dalam keterangan resmi Senin, (20/5/2024).
Penjelasan tersebut disampaikan Yugienday saat menggelar sosialisasi perdagangan CPO melalui ICDX di Medan, Sumatera Utara.
Terkait potensi perdangan CPO dari Sumatera Utara, dia mengatakan, bisa dilihat dari jumlah pengusaha Perkebunan kelapa sawit di wilayah ini serta luasan wilayah perkebunan yang ada.
Sumatera Utara sendiri merupakan wilayah yang memiliki Perkebunan kelapa sawit cukup luas. Melansir data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara tahun 2022, luas perkebunan kelapa sawit di provinsi ini mencapai 1.379.442 hektare.
Sedangkan dari sisi pelaku, dikutip dari Direktori Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Provinsi Sumatera Utara, disebutkan pada tahun 2022 di provinsi Sumatera Utara terdapat 327 Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit.
Baca Juga
ICDX Siap Mengadopsi Sistem Perdagangan Komoditas dan Derivatif Syariah dari Negara Lain
Dengan mekanisme ini, antara pelaku baik itu pembeli maupun penjual akan bertemu dalam platform perdagangan di bursa, sehingga terjadi pembentukan harga (price discovery) yang kemudian akan terjadi harga acuan (price reference). ICDX berharap harga yang tercipta di bursa akan menjadi rujukan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani sawit.
Sebagain informasi, perdagangan pasar fisik Bursa CPO ini, data ICDX menyebutkan sampai dengan Kuartal I-2024 transaksi yang terjadi sebanyak 3,962 lot, setara dengan 19.810 ton CPO dengan perhitungan 1 lot = 5 ton. Sedangkan dari sisi Jumlah peserta, sampai dengan 25 April 2024 tercatat sebanyak 48 peserta.

