Menko Perekonomian Berharap Peternak Meningkat untuk Pemenuhan Kebutuhan Susu
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap bertumbuhnya peternakan sapi masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor dari Selandia Baru dan Australia.
“Kita masih tergantung impor dari Selandia Baru dan Australia. Tentu kami akan lihat lagi pertumbuhan industri ini, kita berharap meningkatkan peternak dari masyarakat,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (17/5/2024).
Baca Juga
Sri Tegaskan, APBN 2025 untuk Prabowo Disusun Pemerintahan Jokowi
Airlangga mengatakan saat ini kebutuhan susu untuk industri dalam negeri masih tergantung dari peternakan sapi di Malang dan Blitar, Jawa Timur. Dua peternakan itu menampung 10.000 ekor sapi.
“Ada yang berbasis koperasi, itu yang jadi supply chain ke pabrik susu dalam negeri. Kan kebutuhan kita tinggi,” ujar dia.
Bertemu Menteri Perdagangan Inggris
Upaya untuk mendapat pasokan susu ke Indonesia muncul, setelah Airlangga bertemu dengan Menteri Perdagangan Inggris Greg Hand pada April 2024. Pada waktu itu, Greg mengharapkan perdagangan produk susu dan turunannya, dalam kerangka Joint Economic and Trade Commission-JETCO). Namun, masih ada masalah dalam pendaftaran karena membutuhkan waktu lama, selain penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS).
Airlangga menegaskan Indonesia tengah melakukan deregulasi yang menekankan mekanisme lebih mudah untuk pendaftaran produk susu dan turunannya. Upaya ini untuk mendukung naiknya permintaan produk susu dan turunannya dengan program pemerintah baru, yakni susu gratis untuk siswa.
Baca Juga
Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sagu Perkuat Ketahanan Pangan
Berdasarkan Data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang dihimpun Statista, rata-rata konsumsi susu tiap orang Indonesia paling tinggi terjadi pada 2011 lalu mencapai 4,61 kilogram (kg) per kapita. OECD memproyeksikan konsumsi susu itu akan terus melonjak pada satu dekade mendatang. Potensi konsumsi susu Tanah Air bakal mencapai 5,01 kg per kapita pada 2031.
Sebagai catatan, konsumsi per kapita adalah jumlah suatu komoditas tertentu yang digunakan per orang. Angka tersebut didapatkan dengan membagi total konsumsi dengan total populasi.
