BSSN Ungkap 179 Juta Serangan Malware dan Trojan Sepanjang 2023
JAKARTA, investortrust.id - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat anomali trafik yang terjadi sepanjang 2023 mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Anomali trafik adalah pola lalu lintas jaringan yang tidak sesuai dengan pola trafik normal, ditunjukkan dengan adanya perubahan level trafik jaringan yang cukup besar dan terjadi secara tiba-tiba.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menyebut, anomali trafik yang tercatat sepanjang 2023 mencapai 403 juta. Angka tersebut jauh menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau 2022.
“Tahun 2023 ada sekitar 403 juta anomali trafik. Tahun 2022 itu lebih parah lagi. Hasil monitoring kami, sehari ada 3 juta anomali trafik yang berpotensi menjadi serangan siber,” katanya dalam acara Indonesia Berdaulat Digital yang diselenggarakan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) di Jakarta Selatan, Kamis (16/5/2024).
Baca Juga
Adakami: Digitalisasi Jadi Peluang, Tapi Ada Tantangan Kejahatan Siber
Menurut Slamet, pihaknya tidak hanya bertugas melakukan pengawasan. BSSN juga bertanggung jawab memberikan notifikasi kepada perusahaan, lembaga, atau individu yang situsnya memperlihatkan adanya anomali trafik.
“Apabila perusahaan Bapak atau Ibu berpotensi terkena anomali trafik, mala kami akan memberikan notifikasi. Harapannya, setelah [pemberian] notifikasi kita bisa menindaklanjuti apakah anomali trafik itu berpotensi menjadi serangan siber atau tidak,” ungkapnya.
Adapun, untuk tahun ini, BSSN mencatat 74,69 juta anomali trafik pada periode 1 Januari-6 Mei 2024. Sebanyak 59,76% di antaranya atau 44,63 juta teridentifikasi sebagai aktivitas malware dan 17,52% atau 13,08 juta terdeteksi sebagai aktivitas trojan.
Sebagai catatan, malware atau malicious software adalah suatu program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak dengan menyusup ke sistem. Kemudian trojan adalah program yang dirancang untuk melakukan serangan atau memata-matai komputer. Namun Trojan juga dikenal sebagai Remote Administration.
Baca Juga
Pakar ini Sebut Indonesia Harus Berikan Perhatian di Industri Keamanan Siber
Melalui paparannya, Slamet secara detail juga menunjukkan tren anomali trafik setiap bulan sepanjang 2024. Berdasarkan data BSSN, Maret menjadi bulan dengan anomali trafik tertinggi disusul Januari dan Februari pada urutan selanjutnya.
Dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah anomali trafik di Tanah Air pada 2024 cenderung rendah. Pada Januari-Mei 2023 saja angka anomali trafik tercatat mencapai lebih dari 150 juta.
Pada 2023, tercatat setidaknya ada 403 juta anomali trafik, dengan 44,47% atau sekitar 179 juta anomali merupakan aktivitas malware dan 33,28% atau 134 juta merupakan aktivitas trojan.
“Tahun lalu, Agustus menjadi bulan dengan anomali trafik tertinggi mencapai lebih dari 78 juta anomali, hampir 20% dari total anomali sepanjang tahun,” ungkapnya.
