35.600 Serangan Malware Incar NFC Android, Pencurian Data dan Dana Melonjak 188%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Serangan siber berbasis near field communication (NFC) pada ponsel Android melonjak tajam sepanjang awal 2026. Perusahaan keamanan siber Kaspersky mencatat kenaikan serangan mencapai 188% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan telemetri Kaspersky yang dirilis Senin (25/5/2026), sebanyak 35.600 serangan malware NFC berhasil diblokir pada Januari-April 2026. Angka itu meningkat signifikan dibandingkan lebih dari 12.300 serangan pada empat bulan pertama 2025.
Baca Juga
Hati-hati Rekening Ludes, Modus 'Phishing' dan 'Malware' Mengintai di Musim Lebaran
Kaspersky menyebut serangan dilakukan melalui berbagai malware Android seperti SuperCard X, PhantomCard, NGate, hingga modifikasi berbahaya alat NFCGate. Serangan tersebut ditujukan untuk mencuri data kartu perbankan dan menguras dana korban.
Saat ini terdapat dua pola utama serangan berbasis NFC yang digunakan pelaku. Skema pertama adalah NFC langsung, di mana korban diminta mengunduh aplikasi palsu dan menempelkan kartu bank ke ponsel terinfeksi.
Melalui metode itu, data kartu dan PIN korban dapat dicuri penyerang. Modus ini biasanya dilakukan lewat aplikasi pesan dengan kedok verifikasi identitas atau layanan keuangan.
Skema kedua adalah NFC terbalik atau reverse NFC yang dinilai lebih sulit dideteksi. Dalam metode ini, korban diarahkan mengatur aplikasi berbahaya sebagai metode pembayaran touchless utama di ponsel mereka.
“Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa malware relay NFC itu sendiri akan terus berevolusi dan jangkauan serangan akan meluas. Itulah mengapa ancaman ini harus dipantau lebih cermat,” kata Kepala Ahli Keamanan Kaspersky, Sergey Golovanov.
Baca Juga
BI: QRIS Tap Belum Bisa Dipakai di iPhone karena Terkendala Akses NFC Apple
Kaspersky menilai skema reverse NFC lebih berbahaya karena korban secara sadar mentransfer uang ke rekening penyerang. Transaksi tersebut juga sulit dibedakan dari aktivitas perbankan normal.
Pakar keamanan siber Kaspersky Dmitry Kalinin mengatakan tren malware relay NFC mulai terdeteksi secara publik sejak akhir 2023 di Eropa. Kini, serangan serupa mulai menyebar ke Rusia dan berbagai wilayah lain termasuk Amerika Latin.
Perusahaan anti-virus itu pun mengimbau agar pengguna Android menghindari instalasi aplikasi dari sumber tidak resmi. Pengguna juga diminta tidak mengikuti instruksi orang asing di ATM dan menggunakan solusi keamanan untuk mencegah phishing maupun malware di perangkat seluler.

