Pertamina Alokasikan 62% Anggaran Investasi untuk Produksi Migas
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengungkapkan, pihaknya mendapat mandat dari negara untuk bisa memenuhi kebutuhan energi nasional. Pertamina pun menganggarkan lebih dari 62% Capital Expenditure (Capex) untuk produksi minyak dan gas bumi (migas).
"Kami mau meningkatkan produksi, dengan kondisi saat ini tapi takes time, tapi tetap kami coba dengan menganggarkan capex 62% untuk bisa memenuhi kebutuhan energi,” ungkap Nicke dalam acara IPA Convex 2024 di ICE BSD, Senin (14/5/2024).
Nicke meyakini dengan alokasi anggaran di sektor hulu yang cukup besar, maka dalam lima tahun ke depan produksi minyak mentah perusahaan dapat terkerek naik dua kali lipat.
Sebagai informasi, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) hingga kuartal I 2024 mencatatkan realisasi produksi minyak perusahaan telah mencapai 548 ribu barel per hari (BOPD).
Sementara itu, untuk produksi gas tercatat mencapai 2,86 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Dengan demikian, produksi migas perusahaan secara total mencapai 1,04 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).
Baca Juga
CCS Dinilai Bisa Jadi Bisnis Baru di Indonesia, Ini Alasannya
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggandakan kapasitas dengan alokasi capex sekitar 62% untuk mencapai swasembada minyak mentah Indonesia, dan prioritas kami adalah mendukung ketahanan energi Indonesia," tegas dia.
Selain itu, Nicke juga menyebut bahwa Pertamina juga mengalokasikan 15% untuk bisnis rendah karbon. Sebab sebagai perusahaan BUMN, mereka juga harus mendukung target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060. Mereka pun punya alokasi yang besar untuk Carbon Capture and Storage (CCS) dan bioenergi. CCS merupakan salah satu teknologi mitigasi pemanasan global dengan cara mengurangi emisi CO2 ke atmosfer. Sementara CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage) adalah teknologi inovatif yang dapat menangkap emisi karbon dioksida (CO2) dari proses industri dan pembangkit listrik, sehingga tidak terlepas ke atmosfer.
Kendati demikian, Nicke menyampaikan bahwa Pertamina sebagai badan usaha juga dituntut menghasilkan profit atau keuntungan. Maka dari itu, satu langkah Pertamina untuk mengejar peningkatan produksi sekaligus menekan emisi karbon adalah dengan menginisiasi penerapan teknologi CCS/CCUS.
"Kami juga memprioritaskan CCS/CCUS, dengan storage potensial ada 16 proyek CCS/CCUS berjalan, 11-nya digarap Pertamina. Kami Targetkan injeksikan CO2 di CCS block dengan volume 7,000 ton pada tahun 2030," kata Nicke.

