Tes Koneksi Starlink di Jakarta, Masih Lebih Unggul dari Fiber Optik?
JAKARTA, investortrust.id - Jagat maya riuh dengan hadirnya Starlink di Tanah Air. Layanan internet berbasis satelit orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO) itu disebut-sebut menawarkan sejumlah keunggulan dengan biaya layanannya yang lebih tinggi dibandingkan layanan internet tetap berbasis kabel (fixed broadband), seluler (mobile), dan internet satelit konvensional Very Small Aperture Terminal (VSAT).
Melalui situs resminya www.starlink.com, layanan internet dari perusahaan milik Elon Musk itu mengklaim lebih unggul karena mampu menjangkau seluruh dunia dengan kecepatan koneksi tinggi dan latensi rendah. Latensi atau jeda koneksi yang rendah sangat dibutuhkan mendukung streaming, gim daring, panggilan video, atau aktivitas kecepatan data tinggi lainnya.
"Starlink adalah konstelasi ribuan satelit yang mengorbit planet jauh lebih dekat ke Bumi, pada jarak sekitar 550 km, dan menjangkau seluruh dunia. Karena satelit Starlink berada di orbit rendah, latensinya jauh lebih rendah—sekitar 25 mdtk vs 600+ ms [milidetik]," tulis Starlink di situs resminya.
Adapun, untuk kecepatan koneksinya, berdasarkan hasil riset Ookla yang dirilis pada 18 September 2023 kecepatan koneksi internet Starlink di Eropa mencapai lebih dari 100 Mbps (megabit per detik). Kecepatan tertingginya diketahui mencapai 122 Mbps di Swiss.
Bicara soal performa layanan Starlink, Panji Gautama, seorang pengguna X (Twitter) lewat akunnya @rhapsodixx membagikan pengalamannya menggunakan layanan tersebut di Cinere, Jakarta Selatan.
Panji mengaku sudah menunggu selama tiga tahun sejak pertama kali memesan layanan Starlink melalui situs resminya. Dia memesan paket layanan residensial untuk penggunaan pribadi di rumah.
Biaya berlangganan paket tersebut dibanderol dengan harga Rp 750.000/bulan untuk layanan tanpa batas (unlimited). Selain biaya berlangganan, pelanggan harus membayar perangkat senilai Rp 7,8 juta ditambah biaya pengiriman Rp 345.000 untuk awal penggunaan layanan.
Baca Juga
Starlink Menggebrak, Operator Telekomunikasi Incumbent Percaya Diri
Panji menyebut perangkat yang diterimanya untuk menggunakan layanan Starlink meliputi antena penangkap sinyal (base) dan perute (router) lengkap dengan kabel, dudukan, dan buku petunjuk instalasi. Dia menilai instalasi perangkat tersebut cukup mudah dengan bantuan aplikasi Starlink di ponsel pintarnya.
Namun, untuk bisa terkoneksi ke internet Panji menyebut butuh waktu hingga 30 menit. Menunggu perangkat mendapatkan posisi paling tepat untuk mendapatkan sinyal yang dipancarkan satelit.
"Keseluruhan setup sampai tersambung ke internet akan berbeda-beda setiap lokasi, di area saya di Cinere, Jaksel [Jakarta Selatan] dengan area tertutup tembok butuh 20-30 menit sampai tersambung ke internet," tulisnya di akun @rhapsodixx, dikutip, Jumat (10/5/2024).
Dia menyebut perangkat yang digunakan untuk layanan residensial Starlink sensitif terhadap adanya penghalang. Oleh karena itu, disarankan agar antena diletakkan di area terbuka yang sudah dipastikan bebas dari penghalang seperti tembok atau bangunan di sekitarnya.
Ketika dites kecepatan koneksinya, layanan Starlink yang digunakan Panji berhasil tembus di angka 293 Mbps (unduh) untuk kecepatan unduh dan 51 Mbps untuk kecepatan unggah (upload). Adapun, jeda koneksi atau latensinya terbilang rendah, hanya 19 ms.
Berdasarkan pengalamannya, Panji menilai Starlink bukanlah opsi terbaik untuk digunakan di wilayah perkotaan. Sebab, koneksinya tidak akan optimal apabila antena penangkap sinyal tidak diletakkan di area terbuka bebas penghalang.
Baca Juga
Starlink Ubah Peta Persaingan Industri Telekomunikasi, Bagaimana Respons Operator?
Selain itu, cuaca juga akan mempengaruhi koneksi walaupun tidak terlalu signifikan. Oleh karena itu, layanan internet fixed broadband berbasis jaringan serat (fiber) optik menurutnya masih jadi pilihan untuk pengguna internet di perkotaan.
"IMO [in my opinion/menurut pendapat saya] perangkat satelit seperti ini hanya worth [layak digunakan] jika opsi ISP [internet service provider/penyedia layanan internet] stabil, affordable [terjangkau], dan mumpuni tidak ada di lokasi sekitar," paparn

