Berharap Terbaik, Menag Siapkan Layanan Tempat Tinggal Jemaah Haji
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjamin layanan tempat tinggal jemaah haji selama di Mekah dan Madinah, Arab Saudi. Selama tiga hari ke depan, Yaqut akan memantau persiapan bus antarkota dan bus salawat di Terminal Syib Amir, Mekah.
"Saya lihat secara umum semua baik. Ada kemajuan yang lebih baik. Mudah-mudahan pada waktunya nanti benar-benar siap memberikan layanan terbaik," kata Yaqut melalui keterangan resminya, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga
Yaqut mengatakan ada beberapa catatan perbaikan terhadap layanan. Dia berharap perbaikan tersebut bisa dilakukan, menjelang keberangkatan jemaah haji pada 12 Mei 2024 mendatang.
"Masih cukup waktu untuk melakukan perbaikan agar layanan lebih baik lagi, sebelum jemaah tiba di Makkah," ujar dia.
Mulai Berangkat 12 Mei 2024
Jemaah haji Indonesia akan mulai berangkat ke Madinah pada 12 Mei 2024. Mereka akan tinggal selama sembilan hari di Madinah, sebelum bertolak ke Mekah. Diperkirakan jemaah haji Indonesia akan mulai masuk Makkah pada 21 Mei 2024. Kemenag telah menyiapkan 169 hotel untuk jemaah haji Indonesia saat di Mekah.
Sebagai persiapan, Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan aturan penempatan akomodasi atau hotel jemaah di Mekah dan Madinah. Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Dirjen PHU No 214 tahun 2024 tentang Penempatan Akomodasi Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Madinah 1445 H/2024 M. Keputusan ini terbit pada 2 Mei 2024.
"Penempatan akomodasi jemaah haji Indonesia di Madinah berada pada wilayah Markaziyah Syimaliyah, Markaziyah Gharbiyah, dan Markaziyah Janubiyah. Penempatan mengacu pada jadwal pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Indonesia 1445 H/2024 M," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid.
Subhan mengatakan penempatan jemaah haji Indonesia terbagi pada lima wilayah, yaitu, Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan Rey Bakhsy. Jemaah asal Embarkasi Makassar akan menempati wilayah Syisyah dan Raudhah. Demikian juga jemaah yang berangkat dari Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG).
Jemaah Embarkasi Solo (SOC), sebagian di Syisyah dan sebagian lagi di Jarwal. Sementara Jemaah asal Embarkasi Jakarta - Bekasi (JKS) dan Kertajati (KJT) menempati wilayah Jarwal. "Jemaah asal Embarkasi Surabaya atau SUB menempati Syisyah dan Misfalah," kata dia.
"Jika ada perubahan dan penyesuaian penempatan akomodasi jemaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah, itu dapat dilakukan oleh kepala daerah kerja masing-masing daerah," tandasnya.
Berikut daftar sebaran wilayah penempatan hotel jemaah haji Indonesia di Mekah dan Madinah.
Syisyah
1. Embarkasi Makassar/UPG: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat.
2. Embarkasi Batam/BTH: Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Jambi.
3. Jakarta (Pondok Gede)/JKG: DKI Jakarta, Banten, Lampung.
4. Padang/PDG: Sumatera Barat, Bengkulu
5. Medan/KNO: Sumatera Utara.
5. Solo/SOC: Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta.
6. Surabaya/SUB: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur.
Raudhah
1. Solo/SOC: Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta.
2. Makassar/UPG: Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat.
3. Jakarta (Pondok Gede)/JKG DKI Jakarta, Banten, Lampung.
Jarwal
1. Jakarta (Bekasi)/JKS: Jawa Barat.
2. Kertajati/KJT: Jawa Barat.
3. Banjarmasin/BDJ: Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah.
4. Palembang/PLM: Sumatera Selatan, Bangka Belitung.
4. Solo/SOC: Jawa Tengah dan D.I.Yogyakarta.
Misfalah
1. Surabaya/SUB: Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur.
2. Aceh/BTJ: Aceh.
Rea Bakhsy
1. Balikpapan/BPN: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara.
2. Lombok/LOP Nusa Tenggara Barat.
3. Medan/KNO Sumatera Utara.

