Menag Pastikan Fasilitas Layanan Jemaah Haji Lansia di Madinah Tercukupi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas memastikan layanan hotel dan katering di Madinah, Arab Saudi mencukupi kebutuhan jemaah haji Indonesia, khususnya jemaah lansia.
"Saya hari ini mengecek kesiapan layanan di Emaar Elite Hotel. Saya lihat hotel untuk jemaah haji Indonesia representatif, bagus dan bersih. Ini sesuai kontrak," kata Yaqut, dalam keterangan resmi, Jumat (10/5/2024).
Menag berkunjung ke Emaar Elite Hotel di wilayah Syamaliyah (sekitar 50 meter sebelah utara Masjid Nabawi) dan Meez Mary Kitchen For Serve Meals di Wilayah Hatim, Madinah. Emaar Elite Hotel berkapasitas 1.400 jemaah, sedangkan Meez Mary tahun ini melayani 11.000 jemaah haji Indonesia per hari.
Baca Juga
Urusan Visa Kelar, 213.320 Ribu Jemaah Haji Siap Berangkat ke Tanah Suci
Yaqut mengatakan, layanan tempat tinggal yang disiapkan tergolong ramah lansia. “Dari seluruh kamar di Emaar Elite Hotel, ada sekitar 100 kamar dengan kamar mandi berupa bathtub (bak mandi yang dapat digunakan sebagai tempat berendam),” tutur dia.
Menag mengungkapkan, jemaah haji Indonesia mulai tiba di Madinah pada 12 Mei. Mereka akan tinggal selama sembilan hari di Kota Nabawi, sebelum berangkat ke Makkah.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini sudah menjalin kontrak dengan 106 hotel sebagai akomodasi jemaah di Madinah.
"Kamar mandi ada di dalam dan sebagian menggunakan bathtub. Saya minta supaya jemaah lansia ditempatkan pada kamar dengan kamar mandi yang menggunakan shower. Jika bathtub harus ada pendamping. Ini untuk kenyamanan jemaah, khususnya lansia," papar Yaqut.
Menu Makanan untuk Lansia
Untuk konsumsi, Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan, makanan yang disajikan adalah makanan dengan menu cita rasa Nusantara, antara lain nasi kuning, ayam goreng saus mentega, telur orak arik, nasi uduk, dan telur dadar.
Menu lainnya, kata Menag, yaitu opor ayam, daging sapi masak habang, ikan tuna cabai hijau, ayam gulai, ikan patin bumbu balado, rendang daging, semur daging, ikan patin goreng, gepuk daging sapi, serta tahu dan tempe.
“Menu-menu ini dipadu dengan tumisan sayuran serta ditambah buah-buahan dan air mineral,” ujar dia.
Menag menambahkan, dapur katering ini juga akan menyajikan 20% makanan ramah lansia. Makanan disajikan dengan menu yang sama. Hanya saja, nasi dan lauknya dimasak agar lebih halus dan lembut. Salah satu pilihannya dalam bentuk nasi tim.
"Kami terus berupaya menghadirkan yang terbaik untuk jemaah. Saya berharap layanan hotel dan konsumsi di Madinah tahun ini lebih baik dan ramah lansia," tegas dia.
Baca Juga
Menag Ingatkan Jemaah Haji Jaga Kesehatan, Ada Bahaya Cuaca Panas di Arab Saudi
Di dapur katering, Yaqut juga memastikan layanan konsumsi di tiap hotel berjalan sesuai permintaan. "Saya hari ini juga mengecek kesiapan dapur Meez Mary, salah satu pihak yang akan menyediakan layanan konsumsi jemaah haji Indonesia. Saya lihat dapur bersih dan luas," ucap dia.
Wan Abdurahman, executive chef Meez Mary yang juga warga Cipanas, Bogor, mengatakan, menu tempe dan tahu disukai jemaah umrah. Dalam sehari, dapurnya bisa menghabiskan ratusan papan tempe dan tahu yang diproduksi orang Indonesia.
“Dapur ini memiliki enam ruang penyimpanan (storage) besar berpendingin udara,” tutur Abdurrahman.
Abdurrahman menjelaskan, bahan bumbu yang digunakan antara lain serai, lengkuas, kencur, daun pandan, daun jeruk, salam, santan, asem, dan kacang tanah.

