Jokowi: Pusat Pengujian Dibutuhkan untuk Tarik Investasi, Termasuk Pabrik Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo menyebutkan keberadaan pusat pengujian perangkat telekomunikasi diperlukan untuk menarik lebih banyak investasi di sektor teknologi informasi ke Tanah Air.
Hal tersebut disampaikan saat ditanyai nilai investasi Microsoft Corp di Indonesia yang lebih rendah, dibandingkan dengan Malaysia. Adapun, pusat pengujian perangkat telekomunikasi yang dimaksud adalah Balai Pengujian Peralatan Telekomunikasi (BBPPT) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) atau Indonesia Digital Test House (IDTH).
Sebagai catatan, nilai investasi Microsoft di Malaysia mencapai US$ 2,2 miliar atau lebih besar dari Indonesia yang hanya US$ 1,7 miliar. Komitmen investasi tersebut disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Satya Nadella saat berkunjung ke ibu kota Negeri Jiran, Putrajaya pada Kamis (3/5/2024).
Baca Juga
Defisit Neraca Dagang Produk IT Tinggi, Jokowi: Memprihatinkan
"Kalau kita tidak memperbarui proses pengujian perangkat-perangkat teknologi digital ya akan ketinggalan. Tetapi memang balai pengujian perangkat-perangkat telekomunikasi yang canggih memang sangat diperlukan," katanya usai meresmikan IDTH di Depok, Jawa Barat, Selasa (7/5/2024).
Jokowi menyebut IDTH menjadi pusat pengujian seluruh perangkat telekomunikasi, termasuk perangkat yang diproduksi di dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pasar di luar negeri. Perangkat tersebut meliputi ponsel, handy talkie, access point atau router, perangkat Bluetooth, televisi digital dan lain-lain.
Menurut Jokowi, beberapa perangkat atau komponen yang digunakan di kendaraan listrik selama ini wajib melakukan pengujian untuk memastikan standar keamanannya. Keberadaan IDTH dengan peralatan termutakhir dan kapasitas pengujian besar akan mendukung pengembangan kendaraan listrik di dalam negeri.
Baca Juga
Jokowi Resmikan Pusat Pengujian Perangkat Telekomunikasi Terbesar di Asia Tenggara
"Iya, ini juga kan dalam rangka mendorong ke sana. Cuma kan saya sampaikan misalnya seperti mobil listrik ini produsen yang ada di sini sudah lima perusahaan. Terus sepeda motor listrik juga sudah ada 59 perusahaan. Ini yang baru lagi akan masuk. Saya kira ini akan membuat ekosistemnya makin cepat [berkembang]," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan fungsi IDTH didorong tidak hanya sebagai pusat pengujian. IDTH juga disiapkan sebagai pusat riset dan pengembangan perangkat telekomunikasi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggandeng perusahaan rintisan (startup), perguruan tinggi, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) potensial. Mereka akan dibantu untuk mengembangkan perangkat-perangkat komunikasi yang layak dan sesuai dengan standar nasional (Standar Nasional Indonesia/SNI) maupun standar internasional seperti standar dari International Organization for Standardization (ISO).
"Pokoknya untuk yang dalam negeri, kan misalnya kamu nemuin alat apa itu. Kalau perlu biaya lagi untuk [pengujian] kan memberatkan. Kita gratiskan pokoknya. Tadi Pak Presiden arahkan juga kan untuk jadikan IDTH sebagai pusat riset, center of excellence, kerja sama dengan kampus," ujarnya.
Baca Juga
Begini Respons Pemerintah soal Nilai Investasi Microsoft di Malaysia Lampaui Indonesia
Sejauh ini menurut Budi Arie belum ada pengajuan dari pihak manapun untuk melakukan riset atau pengembangan produk dalam negeri di IDTH. Pusat pengujian tersebut masih berfokus pada pengujian fitur-fitur yang ada pada perangkat telekomunikasi.
Pada 2023, sebanyak 533 fitur pada perangkat telekomunikasi telah diuji di IDTH. Hingga akhir tahun ini, jumlah tersebut akan meningkat hingga 1600 fitur seiring dengan penambahan perlengkapan dan pengembangan teknologi.
"Seiring dengan penambahan perlengkapan dan pengembangan teknologi yang kami lakukan, kapasitas pengujian di tahun 2024 diproyeksikan akan meningkat menjadi sekitar 1600 fitur. Sedangkan di tahun 2025 sampai dengan 2026, IDTH diperkirakan mampu melayani pengujian hingga 5000 fitur per tahun," ungkapnya.
Baca Juga
Investasi Jumbo US$ 1,7 Miliar di Indonesia, Ini Penjelasan Bos Microsoft Nadella
Terdapat 12 laboratorium yang ada di IDTH meliputi laboratorium EMC (Electromagnetic Compatibility), laboratorium SAR & EMF (Specific Absorption Rate & Electromagnetic Fields), laboratorium keamanan elektrikal (electrical safety), laboratorium seluler.
Kemudian ada pula laboratorium radio daya tinggi (radio high power), radio low power (low power radio), laboratorium laser dan optik, laboratorium penyiaran (broadcast), laboratorium kalibrasi frekuensi radio (radio frequency/RF), laboratorium kalibrasi antena, laboratorium kalibrasi optik, dan laboratorium kalibrasi kelistrikan.

