Colliers Indonesia Ungkap Lima Dampak Kenaikan BI Rate terhadap Bisnis Properti
JAKARTA, investortrust.id – Konsultan properti papan atas di Indonesia, Colliers Indonesia menyatakan, kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) setidaknya memiliki lima dampak terhadap bisnis properti.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto menyatakan, dampak pertama yang akan terjadi di dunia properti tahun 2024 karena BI Rate naik ke 6,25% adalah kenaikan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR).
“Kenaikan suku bunga acuan BI ini secara historical memang selalu diikuti dengan kenaikan suku bunga kredit, termasuk KPR. Bisa jadi nanti kenaikan BI rate akan berdampak pada suku bunga tetap (fixed rate) dan suku bunga mengambang (floating rate). Pasti akan berdampak ke masyarakat, tapi kenaikannya bertahap,” kata Ferry saat dihubungi investortrust.id, Kamis (2/5/2024).
Empat dampak lainnya dari kenaikan BI Rate adalah penurunan aktivitas transaksi oleh investor, peningkatan risiko kredit, stagnasi nilai properti bahkan terkoreksi, serta berkurangnya pasokan properti ke depan.
Namun, menurut Ferry, dampak kenaikan suku bunga SBI terhadap sektor properti juga dapat bergantung pada faktor-faktor lain seperti kebijakan pemerintah, permintaan pasar, dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.
“Di sisi lain, naiknya BI rate juga akan membuat adanya perubahan perilaku masyarakat, misalnya mereka lebih selektif dalam hal meminjam dengan mencari pinjaman dengan suku bunga yang rendah untuk mengurangi risiko. Lalu, juga kemungkinan konsumen akan menunda pembelian barang konsumtif dengan kredit,” terang dia.
Baca Juga
Stok Terbatas, Colliers Ramal Harga Sewa Hunian Ekspatriat Naik 10% Tahun 2024
Secara umum, lanjut Ferry, kenaikan 25 bps ini tidak terlalu signifikan, yang terpenting tidak ada kenaikan lanjutan. “Bagi pasar yang penting tidak terlalu fluktuatif sehingga mengganggu proyeksi mereka. Dan penting juga agar Pemerintah tetap konsisten menjaga pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5% supaya sektor riil bisa tetap bertumbuh,” tandas Ferry.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 bps menjadi 6,25% pekan lalu pada Rabu (24/4/2024). Suku bunga Deposit Facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 5,50% dan suku bunga Lending Facility naik sebesar 25 bps ke 7,00%.
“Kenaikan ini untuk memperkuat stabilitas rupiah dari kemungkinan memburuknya risiko global. Selain itu, sebagai Langkah preemptive dan forward looking, untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5 ± 1%, pada tahun 2024 dan 2025. Hal ini sejalan dengan stand kebijakan moneter yang pro-stability,” jelas Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.
Baca Juga
Colliers: Tarif Sewa Perkantoran Jakarta Akan Tumbuh 3% per Tahun Hingga 2026

