Dampak Erupsi Gunung Ruang terhadap Penerbangan, Kemenhub: Alternatifnya Tergantung Situasi
JAKARTA, investortrust.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, calon penumpang yang terkendala penerbangannya menuju bandara Sam Ratulangi Manado (WAMM/MDC) dikarenakan dampak erupsi dari Gunung Ruang dapat melakukan reschedule, pengembalian uang tiket (refund), atau pengubahan rute penerbangan (re-route).
“Karena ini force majeure, nggak mungkin diterbangkan kalau situasi sangat berbahaya. Alternatifnya bagi penumpang yang sudah membeli tiket mereka bisa reschedule, refund, atau re-route tergantung situasinya. Jadi, nggak ada alternatif penerbangan sesuai tujuan, nggak mungkin ke MDC (karena masih ditutup),” ungkap Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum, Ditjen Perhubungan Udara, Mokhammad Khusnu saat dihubungi investortrust.id, Kamis (2/5/2024).
Mengenai pembukaan operasional Bandara Sam Ratulangi dan keenam bandara lain yang terdampak, Kemenhub menyampaikan hal ini masih belum dapat dipastikan karena kondisi kahar (force majeure) dan masih terus dipantau aktivitas vulkaniknya oleh stakeholders terkait.
Baca Juga
Ribuan Penumpang Pesawat Terdampak Abu Vulkanik Gunung Ruang
“(Otoritas Bandar Udara Wilayah VII/Otban 8) selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan AirNav. Secara berkala, mereka terus memantau aktivitas Gunung Ruang, bahkan setiap hari rapat pagi dan sore. Teman-teman bandara dan airlines itu pasti mengecek situasi. Kalau misalnya abu vulkaniknya masih tinggi bisa saja diperpanjang (penutupannya),” jelas Khusnu.
Menurut informasi yang diperoleh Investortrust, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau AirNav Indonesia telah mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) atau informasi penerbangan terkait penutupan sementara beberapa bandara terdampak serta dua bandara yang sudah beroperasi normal kembali.
Berikut informasi AirNav Indonesia terkini mengenai kondisi bandara-bandara terdampak:
Pertama, Bandara Sam Ratulangi Manado (WAMM), dengan nomor NOTAM: A1160/24 NOTAMR A1148/24, diperpanjang penutupannya mulai 1 Mei 2024 pukul 11.25 WITA hingga 2 Mei 2024 pukul 12.00 WITA (Estimasi)
Kedua, Bandara Djalaluddin Gorontalo (WAMG), dengan 2 nomor NOTAM yaitu: C0599/24 NOTAMR C0585/24 dan NOTAM C0606/24 NOTAMR 0599/24, diperpanjang penutupannya mulai 1 Mei 2024 pukul 09.17 WITA hingga 1 Mei 2024 pukul 24.00 WITA
Ketiga, Bandara Naha, Tahuna (WAMH) TELAH BEROPERASI NORMAL dengan nomor NOTAM: C0603/24 NOTAMC C0576/24, yaitu sejak 1 Mei 2024 pukul 12.10 WITA
Keempat, Bandara Buol, Pogogul (WAFY) TELAH BEROPERASI NORMAL dengan nomor NOTAM: C0607/24 NOTAMC C0587/24, yaitu sejak 1 Mei 2024 pukul 18.03 WITA
Kelima, Bandara Sitaro, Siau (WAMO), dengan nomor NOTAM: C0604/24 NOTAMR C0578/24, diperpanjang penutupannya mulai 1 Mei 2024 pukul 12.37 WITA hingga 2 Mei 2024 pukul 12.00 WITA (Estimasi)
Keenam, Bandara Bolaang Mongondow (WAMI) dengan nomor NOTAM: C0601/24 NOTAMR C0577/24, diperpanjang penutupannya mulai 1 Mei 2024 pukul 12.02 WITA hingga 2 Mei 2024 pukul 12.00 WITA (Estimasi)
Ketujuh, Bandara Pohuwato (WAFZ) dengan nomor NOTAM: C0602/24 NOTAMR C0581/24, diperpanjang penutupannya mulai 1 Mei 2024 pukul 12.05 WITA hingga 2 Mei 2024 pukul 12.00 WITA (Estimasi)
