Buka PLUT UMKM, MenKopUKM Dukung Anak Muda Masuk Industrialisasi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menekankan pentingnya Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT KUMKM) yang ada di banyak daerah. Hal itu agar dapat membangun fondasi bagi anak-anak muda kreatif masuk ke industrialisasi.
"Kita harus melahirkan lebih banyak sumber ekonomi baru supaya ekonomi nasional semakin besar dan kita siap menjadi negara maju," kata Teten pada acara PLUT KUMKM Summit 2024 dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (27/4/2024).
Teten mengatakan, anggota-anggota APEC, yakni Jepang dan Korea Selatan, perekonomiannya didominasi pelaku UMKM dan sudah terhubung ke rantai industrialisasi sehingga mereka jauh lebih produktif.
"Di sana sudah terhubung dengan sistem industri modern, pasar global, hingga akses pembiayaan," lanjut Teten.
Baca Juga
Bagi MenKopUKM, PLUT KUMKM harus berubah dengan cara belajar dari Malang Creative Center atau MCC. Keberadaan MCC bisa direplikasikan di daerah lain di Indonesia agar bisa melahirkan sumber-sumber ekonomi baru.
"MCC merupakan model yang pas untuk mewujudkan hal itu. Tinggal nanti setiap daerah mengembangkan keunggulan domestiknya. Itu yang harus kita perkaya," ujarnya.
Ia juga menekankan, terdapat dukungan ari program KemenkopUKM, yaitu Enterpreneur Hub yang menginkubasi startup-startup agar terhubung dengan permodalan, terakses investor, dan sebagainya. Mulai dari start up, akan diinkubasi, hingga bisa komersialisasi.
Teten berharap para pengelola PLUT KUMKM bisa belajar di MCC sehingga MCC menjadi tempat anak-anak muda melakukan inovasi produk dan bisnisnya.
Baca Juga
Buka APEC SMEWG ke-57, Teten Ungkap 'Bejibun' Tantangan UMKM
Dengan demikian, Teten mendorong pengembangan UMKM menjadi rantai pasok dari industri. Indonesia memiliki kekuatan domestik yang luar biasa di sektor agriculture dan aquaculture. Teten menilai jika ini dikembangkan dengan teknologi modern, maka selain bisa membangun produk jadi, juga bisa menjadi rantai pasok bagi industri nasional dan global.
"Kita akan membangun rumah-rumah produksi modern, tapi dengan skala menengah kecil yang dikelola koperasi. Ini yang akan mengolah sumber-sumber domestik. Kita harus melirik apa keunggulan domestik kita saat ini," terangnya.
Terakhir, menurut Teten dengan PLUT KUMKM yang fokus pada pengembangan produk unggulan daerah, bahan baku yang bisa di-scalling-up, serta membentuk pasar yang sudah eksis.

