Harga Bawang Merah Naik 100%, Ikappi Minta Pemerintah Segera Lakukan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti harga bawang merah yang tinggi. Ikappi melihat bahwa ada kegagalan produksi di beberapa titik wilayah produksi sehingga menyebabkan pasokan tidak sebanyak sebelumnya.
Ketua Umum DPP Ikappi Abdullah Mansuri menyebutkan, harga bawang merah terpantau sudah naik jelang Idul Fitri dan berlanjut pasca Idul Fitri hingga saat ini. Menurut informasi di daerah, kegagalan panen di beberapa wilayah produksi penghasil bawang disebabkan banjir.
Wilayah produksi penghasil bawang merah yang dilanda musibah banjir tersebut di antaranya adaah sejumlah daerah di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Pati. Sehingga mempengaruhi produksi secara nasional.
“Kami menyayangkan karena curah hujan yang tinggi dan terjadi beberapa daerah terkena musibah banjir yang menyebabkan pasokan berkurang,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/4/2024).
Baca Juga
Mendag Zulhas Larang Impor Bawang Merah meski Harganya Terus Meroket
“Kita tahu bahwa harga bawang merah sudah tembus di angka Rp 80.000 per kilogram, yang artinya 2 kali lipat dari harga normal serta kenaikannya mencapai 100%,” tambah Abdullah Mansuri.
Lebih lanjut, ia kembali menjelaskan, pemasok stok bawang merah di Jabodetabek biasanya didatangkan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, yaitu Brebes, Demak, Grobogan, Pati, Nganjuk dan beberapa daerah lainnya.
Oleh sebab itu, Ikappi meminta kepada pemerintah agar mendorong adanya percepatan penguatan distribusi ke wilayah-wilayah yang kebutuhannya cukup besar seperti salah satunya adalah Jabodetabek.
“Opsi berikutnya yang kami tawarkan adalah mendorong agar produksi yang ada di Solok, Sumatera Barat dan di Bima, NTB untuk bisa di subsidi silangkan ke Jabodetabek,” terangnya.
“Sehingga pasokan relatif melimpah di pasar, jika itu bisa dilakukan maka kami meyakini harga akan terdorong turun,” tandas Abdullah Mansuri.
Baca Juga
Ditanya Harga Bawang Merah Melonjak, Mendag Zulhas: Pedagang Masih Libur Lebaran

