Ikappi Minta Bapanas Distribusikan Cabai ke Daerah Defisit
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri mengimbau agar pemerintah, terutama Badan Pangan Nasional (Bapanas) bisa segera menyalurkan produksi cabai dari daerah surplus ke daerah yang mengalami defisit.
Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu langkah darurat yang harus segera dilakukan guna menekan harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah kian melonjak beberapa waktu belakangan ini.
“Saya menyarankan kepada badan pangan untuk melakukan distribusi dari Mataram dan Sulawesi Selatan yang sekarang masih ada produksinya,” ucapnya saat dihubungi Investortrust.id, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga
Harga Cabai Makin Pedas, di DKI Jakarta Tembus Rp 80.000 per Kilogram!
“Hanya itu yang bisa dilakukan saat ini, kalau itu tidak dilakukan, kami khawatir semakin tinggi terus harganya,” tambah Mansuri.
Lebih lanjut, Mansuri pun mengatakan kalau penyebab utama kenaikan harga cabai tersebut dikarenakan cuaca kemarau yang tengah terjadi hampir di seluruh wilayah di tanah air. Sehingga, hasil produksinya tidak maksimal.
“Cabai secara nasional sudah tembus di Rp 100.000 per kilogram (kg), untuk Jakarta Rp 80.000-90.000 per kg. Memang Jawa Tengah dan Jawa Timur yang juga penghasil itu sedang drop produksinya,” bebernya.
Baca Juga
Tekan Kenaikan Harga, Bapanas Guyur 2,4 Ton Cabai Rawit Merah di 5 Pasar Jakarta
Diketahui, harga cabai di tingkat eceran berdasarkan data panel di Bapanas pada Rabu (8/11) hingga pukul 10.30 naik 1,08% menjadi Rp 59.770 per kg, dan cabai rawit merah naik 2,09% menjadi Rp 72.150 per kg.
Adapun berdasarkan data Selasa, 7 November, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan sebesar 1,88% dengan harga Rp 59.130 per kilogram Serta, cabai rawit merah naik sebesar 0,27% menjadi Rp 70.670 per kilogram. (CR-9)

