Asosiasi Tani Yakin Panen Raya Bakal Melimpah, Optimis Bisa Surplus Beras
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KNTA) Yadi Sofyan Noor meyakini puncak panen raya pada Maret mendatang akan sesuai dengan perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), yakni mengalami lonjakan hasil produksi sebesar 6,10 juta ton.
Menurut Yadi, kenaikan itu tak lepas dari kolaborasi semua pihak, terutama upaya pemerintah yang getol memberikan berbagai bantuan dan pendampingan di seluruh daerah secara masif. Ia pun yakin apabila kenaikan gabah dikonversi menjadi beras maka hasilnya secara otomatis akan mengalami surplus.
"Kalau kita lihat sejak penanaman sampai pemanenan ada peran pemerintah yang selalu ada disisi petani. Karena itu saya yakin panen tahun ini akan melimpah dan surplus beras mulai akan terlihat di bulan Maret," ujar Yadi dalam keterangannya yang dikutip Jumat (9/2/2024).
Baca Juga
Bos Bapanas Optimitistis Panen Raya 3,5 Juta Ton Bisa Bikin Harga Beras Stabil
Yadi menyebutkan, salah satu yang mempengaruhi kenaikan tersebut juga dapat dilihat dari pergeseran pola tanam dari yang tadinya tradisional menjadi pertanian modern. Hal ini ditandai dengan gencarnya penggunaan mekanisasi sebagai pemacu tingginya produksi.
"Selain itu, pemerintah juga gencar membagikan bantuan benih unggul dan penyediaan pupuk yang cukup. Kami yakin produksi di bulan berikutnya juga akan mengalami kenaikan," terangnya.
Sebelumnya, Plt Kepala BPS, Amalia Widyasanti mengatakan bahwa berdasarkan konversi beras yang ditetapkan BPS pada tahun 2018 lalu, maka produksi beras nasional pada bulan Januari-Maret 2024 secara berturut-turut adalah 1,01 juta ton atau naik ke 1,54 juta ton, dan melonjak ke 3,90 juta ton.
Baca Juga
Sebut RI Defisit Beras 2,8 Juta Ton, Kepala Bapanas Yakin Solusinya Ada saat Panen Raya
"Dari estimasi tersebut Indonesia akan mengalami surplus pada bulan Maret mendatang dan akan terlihat peningkatan produksi di bulan Februari," jelasnya.

