Sebut RI Defisit Beras 2,8 Juta Ton, Kepala Bapanas Yakin Solusinya Ada saat Panen Raya
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebutkan kalau Indonesia defisit atau kekurangan persediaan beras nasional sebanyak 2,8 juta ton dari Januari hingga Februari 2024. Lantas bagaimana terkait harga beras?
Kekurangan pasokan beras akan menimbulkan kenaikan harga beras, dan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan harga beras pada pekan pertama Februari 2024 terjadi di 179 kabupaten/kota atau naik dibandingkan pekan sebelumnya di 142 kabupaten/kota.
Menurut Arief, pihaknya akan terus memantau pergerakan harga beras sembari menunggu panen raya yang akan terjadi pada Maret mendatang, dan diproyeksikan akan menghasilkan sebanyak 3,5 juta ton.
Baca Juga
Mentan Amran Optimistis Panen Raya Hasilkan 3,51 Juta Ton Beras
"Januari-Februari kurang 2.8 juta ton, Maret akan panen 3.5 juta ton. Kita monitor sambil jalan," ucap Arief kepada investortrust.id, Selasa (6/2/2024).
Lebih lanjut, Arief pun mengatakanpihaknya dan lembaga terkait akan juga akan terus berupaya agar harga petani tidak jatuh saat panen raya tiba pada Maret mendatang.
"Saat ini malah kita harus siapkan bersama agar harga petani tidak jatuh saat panen raya," terangnya.
Baca Juga
Harga Beras di Tingkat Eceran Meningkat 0,63% pada Januari 2024
Bahkan, Arief juga meyakini kalau hasil atau produksi beras pada panen raya Maret mendatang bisa mencapai 3,5 juta ton, maka Indonesia akan mengalami surplus dan tidak perlu melakukan impor beras.
"Bila panen raya, stop impor," tandas Arief.

