Nilai Transaksi e-Commerce 2023 Melonjak, Mendag Proyeksikan Tembus Segini
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memperkirakan nilai transaksi perdagangan secara elektronik (e-commerce) atau platform jual-beli secara digital pada 2023 mencapai Rp 533 miliar, naik sekitar 12% dibandingkan 2022 senilai Rp 476 triliun.
"Nilai transkasi e-commerce sepanjang 2022 mencapai Rp 476 triliun, tahun 2023 diperkirakan sekitar Rp 533 triliun," ucap Mendag Zulkifli Hasan di Gedung Kemendag, Jakarta Pusat, Kamis (04/01/2024).
Baca Juga
Harga Komoditas Lesu, Mendag Targetkan Ekspor Nonmigas Tumbuh 4,5%
Menteri yang akrab dipanggil Zulhas itu mengungkapkan, transaksi e-commerce tumbuh sangat baik dan turut menopang perekonomian Indonesia. “Terutama dalam beberapa tahun terakhir, transaksi e-commerce berkontribusi besar bagi perekonomian nasional,” ujar dia.
Zulhas menegaskan, pemerintah akan terus mendorong transaksi e-commerce, salah satunya dengan menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendag) No 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha Perikalanan Perdagangan dan Pengawasan melalui Sistem Elektronik.
"Jadi, kemajuan e-commerce jangan sampai merugikan kita. Tapi kita adalah negara yang terbuka, tidak melarang, tapi kita atur. Oleh karena itu, kemarin e-commerce diatur agar tidak merugikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri dalam negeri," papar dia.
Baca Juga
BI Catat Nilai Transaksi e-Commerce Tembus Rp 42,2 Triliun di Oktober 2023
Selain itu, kata Zulhas, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun ini mengadakan kegiatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang mencatatkan nilai transaksi Rp 25,7 triliun.
"Bayangkan, Harbolnas 2023 transaksinya tercatat sebesar Rp 25,7 triliun, meningkat Rp 2,9 triliun dibandingkan Harbolnas 2022," tandas Zulhas.
