Ada Pemilu 2024, Penjualan Alat Berat Diprediksi Merosot 25%
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI) Etot Listyono memprediksi penjualan alat berat ke sektor konstruksi pada 2024 ini akan merosot. Ia memperkirakan penurunannya bisa mencapai 25% dibanding tahun 2023.
"Kita memprediksi terjadi penurunan market di sektor alat berat, perkiraan kami turun 25% dibandingkan 2023," ucapnya dalam acara Bincang PERSpektif Trakindo 2024 di Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2024).
Menurut Etot, salah satu pemicu penurunan adalah digelarnya Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sekaligus pemilihan presiden (Pilpres). Akibatnya pelaku usaha dan investor memilih wait and see untuk mengeluarkan biaya belanja.
Baca Juga
Indika Energy (INDY) Dirikan Cucu Usaha Bidang Perdagangan Komoditas Perkebunan
"Dua pekan ke depan mau election, biasanya tren atau siklusnya 6 bulan sebelum dan sesudah Pemilu sektor-sektor ini sangat terpengaruh," ucapnya.
"Impact-nya banyak yang menahan investasi, menahan diri membangun infrastruktur meskipun project-nya sudah direncanakan," tambah Etot.
Penjualan alat berat untuk sektor pertambangan juga diprediksi mengalami penurunan lantaran dipengaruhi harga batu bara yang masih terkoreksi. Para pelaku lebih banyak melakukan pergantian unit atau replacement.
"Kalau di sektor forestry, agro, relatif masih stabil, (walaupun) kita melihat tidak ada perluasan lahan, yang ada hanya cuma maintenance (alat) di sektor tersebut," tandasnya.

