Kementerian PUPR Kerahkan Alat Berat Tangani Banjir Lahar Dingin di Sumbar
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengerahkan alat-alat berat untuk membantu penanganan darurat bencana banjir lahar dingin yang terjadi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (11/5/2024) lalu.
Banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi di kawasan Gunung Marapi yang menyebabkan luapan 4 sungai di bagian hilir, yakni Sungai Batang Malana, Sungai Batang Bangkahan, Sungai Batang Bengkawas, dan Sungai Batang Katiak hingga menggenangi pemukiman warga.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Keterpaduan Pembangunan, Maulidya Indah Junica mengatakan, alat berat yang dikerahkan tersebut difokuskan untuk membersihkan material lumpur dan material vulkanik Gunung Marapi, serta membuka jalan akses untuk mengalirkan bantuan dan logistik.
“Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Ditjen Sumber Daya Air memobilisasi alat berat berupa 5 (lima) unit excavator standar PC 200 untuk pembersihan material lumpur dan material vulkanik Gunung Marapi. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Ditjen Bina Marga memobilisasi alat berupa 8 (delapan) unit excavator juga untuk membersihkan material banjiran,” kata Maulidya Indah dalam keterangannya, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Jokowi Tugaskan Kementan dan PUPR Antisipasi Sulit Air di Lahan Pertanian
Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak, Satuan Tugas Tanggap Darurat Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat telah melakukan assessment kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) yang dibutuhkan. Tim Tanggap Darurat Kementerian PUPR juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar untuk melakukan monitoring kondisi terkini.
“Hasil monitoring Tim Tanggap Darurat BPPW Sumatera Barat mengantisipasi kebutuhan sarpras. BPPW Sumatera Barat masih melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar bilamana ada kebutuhan/permintaan sarpras,” imbuh Maulidya.
Maulidya juga menyampaikan, BWS Sumatera V pun melakukan koordinasi dengan BPJN Sumatera Barat untuk penanganan jalan di Lembah Anai yang mengalami longsor, sehingga membuat lalu lintas terganggu, terutama jalur penghubung Kota Padang-Bukittinggi.
Baca Juga
PUPR Tuntaskan Penataan Agrowisata Tamansuruh Senilai Rp 27,5 Miliar
“Dari hasil koordinasi tersebut, BWS Sumatera V akan men-support kebutuhan bronjong sekitar 1.000-1.500 unit dan 1 unit alat berat,” jelas dia.
BPJN Sumatera Barat turut melaporkan, kondisi jalan nasional di ruas Batas Kota Padang Panjang – Sicincin (KM 62+000 - KM 67+600) amblas. Kerusakan juga terjadi pada Jembatan Margayasa A, Jembatan Margayasa B, dan Jembatan Pincuran Batung.
“Kementerian PUPR telah memasang rambu peringatan genangan banjir dan membuat posko siaga tanggap bencana. Saat ini masih dilakukan penanganan darurat terhadap jalan putus/amblas/longsor,” pungkas Maulidya.

