BUMN Diimbau Terapkan GRC Terintegrasi, Apa Manfaatnya?
JAKARTA, investortrust.id- Wakil Menteri BUMN Rosan Perkasa Roeslani meminta kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk industriasuransi untuk menerapkan governance, risk, and compliance (GRC) terintegrasi. Imlementasi GRC disarankan memanfaatkan teknologi digital.
"(Pemanfaatan GRC) guna memastikan tata kelola dan meningkatkan pengelolaan risiko yang lebih baik," ujar Rosan ketika menghadiri acara Taspen GRC Insight Forum.
Rosan menambahkan, kalangan BUMN punya peran strategis dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Peran itu bisa diimplementasikan dengan menerapkan GRC dalam pengelolaan perusahaan. Peran ini selaras dengan fungsi BUMN sebagai value creator dan agent of development.
Baca Juga
Wamen BUMN Dukung Langkah TelkomGroup Jadi Pemain Terbesar Bisnis Data Center
,
Diharapkan, melalui penerapan GRC, kinerja BUMN bisa lebih optimal dan tercipta bisnis yang berkelanjutan."Selain itu, BUMN juga harus senantiasa mempertimbangkan konteks sosial, perkembangan, dan perubahan regulasi, manajemen risiko, inovasi teknologi, maupun batasan-batasan hukum," ujar mantan Dubes Amerika ini.
Sementara itu, Direktur Utama PT Taspen (Persero), Antonius Kosasih mengatakan, pihaknya aktif meningkatkan budaya kepatuhan dan manajemen risiko di lingkungan perusahaan.
Komitmen ini juga berlaku pada seluruh anak perusahaan Taspen guna meningkatkan kepercayaan para peserta dan para pemangku kepentingan.
"Selama ini, Taspen telah bergerak cepat dalam menerapkan inovasi digitalisasi dalam proses bisnis untuk meningkatkan kualitas perusahaan dalam lingkup bisnis yang dijalankan. Harapannya, Taspen GRC Insight Forum ini mampu menunjukkan bahwa risk culture dan compliance culture selalu menjadi sesuatu yang hidup dan tumbuh di segala lini di perusahaan setiap harinya," ungkap Kosasih.
Baca Juga
Kementerian BUMN Angkat Bicara Soal Restrukturisasi Utang Waskita (WSKT)

