Kemenkop UKM Dorong Layanan KUR Dapat Diakses Agregator
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman mendorong layanan kredit usaha rakyat (KUR) dapat dinikmati juga oleh agregator. Hal tersebut sebagai salah satu upaya menumbuhkan pertumbuhan ekonomi UMKM itu sendiri.
"KUR itu juga kita ingin dorong supaya yang didanai itu tidak hanya pelaku UKM-nya, tetapi agregator-nya. Iya yang mengumpulkan karena kalau itu tidak dibiayai agak sulit juga," kata Hanung saat ditemui di kawasan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Disebutkan oleh Hanung sampai saat ini pemerintah belum menghadirkan regulasi skema penyaluran kredit bagi para agregator. Hanung mengaku saat ini Kemenkop UKM tengah merancang skema tersebut.
"Kalau bisa tahun ini (implementasi skema), lebih bagus sebelum pergantian pemerintahan," sebut Hanung.
Baca Juga
Dukung UMKM, BI Optimistis Insentif Likuiditas 4% Tercapai Tahun Ini
Kemudian Hanung berujar Kemenkop UKM akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait usulan skema pembiayaan kredit bagi kelompok agregator.
Dalam kesempatan yang sama, Hanung juga mengungkapkan Kemenkop UKM akan terus mendorong pemberlakuan credit scoring bagi pelaku UKM. Ia menyebutkan tidak sedikit pelaku UKM yang kesulitan mengakses layanan kredit lantaran tidak memiliki agunan.
Namun disebutkan oleh Hanung, pemerintah telah memiliki regulasi yang mengatur pemberlakuan credit scoring bagi pelaku UKM.
"Itu kita harapkan menggunakan credit scoring, sebenarnya regulasi ada tapi implementasinya yang belum," terang Hanung.
Baca Juga
Digitalisasi Berperan Penting Dorong Kemajuan UMKM, Termasuk Binaan BRI
Di sisi lain, Hanung mengklaim sistem credit scoring bukanlah sesuatu yang baru. Sebab, sistem ini setidaknya telah diimplementasikan di 144 negara.
Sementara itu, Deputi Bidang UKM tersebut juga berharap agar rasio kredit terhadap UKM oleh perbankan dapat terus meningkat.
"Kemarin (rasio kredit UKM) sudah turun ya jadi 18,7%? Nah kita targetnya 30%, kita berharap itu bisa segera dicapai," kata Hanung.

