Indonesia Usung 3 Proposal di World Water Forum
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia akan mengajukan tiga usulan atau proposal dalam World Water Forum ke-10 di Bali, yang digelar pada 18-25 Mei 2024. Forum internasional yang akan dihadiri 30 ribu peserta dari 172 negara ini mengusung tema “Water for Prosperity” atau “Air untuk Kesejahteraan”.
Juru Bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Endra S Atmawidjaja menyatakan, dalam forum tersebut Indonesia akan mendeklarasikan tiga tema utama. Ketiganya adalah pembentukan centre of excellence air dan resiliensi iklim, manajemen terintegrasi air di pulau kecil, dan deklarasi World Lake Day atau Hari Danau Sedunia.
“Dalam beberapa tahun terakhir isu air ini masuk ke dalam pembahasan di level politik. Karena yang diangkat oleh World Water Council (WWC) adalah 'water is politic'. Artinya sepanjang tidak ada sesosok dari pengambil kebijakan tentunya masalah air ini akan terus menjadi kendala, termasuk di dalam upaya kita mencapai sasaran pembangunan berkelanjutan SDG's 2030 ini,” kata Endra dalam media briefing virtual di Jakarta, Selasa (16/4/2024).
Endra menggelar jumpa pers bersama Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Usman Kansong.
Usman Kansong menjelaskan, forum ini akan membahas tiga isu utama, yaitu politik, tematik, dan regional. Total terdiri atas 290 sesi. WWF akan dihadiri 30 ribu peserta dari 172 negara. “Yang sudah memastikan hadir, 3 kepala negara, 25 menteri berbagai negara, dan 7 mantan perdana menteri,” ujar Usman.
Endra melanjutkan, dengan mengusung tiga tema utama tersebut, Indonesia diharapkan mendapat peran penting dalam forum ini sebagai pionir kebijakan pembangunan air ke depannya.
“Tentunya menjadi concern kita bersama bahwa Indonesia menjadi leader, menjadi capital of water, dan Indonesia mendapat kesempatan besar untuk memengaruhi berbagai arah kebijakan pembangunan air ke depan,” tandas dia.
Tentang usulan Hari Danau Sedunia, Endra beralasan bahwa danau merupakan sumber biodiversitas, air baku, energi, serta berperan untuk penanganan banjir.
“Danau ekosistem alami dan sumber biodiversitas, sekaligus pengendali banjir. Banyak yang rusak, sehingga harus diselamatkan. Jakarta banyak setu (danau) yang hilang,” pungkas Endra.
