World Water Forum Ke-10, Deklarasi Indonesia Disepakati oleh 106 Negara dan 27 Organisasi Internasional
BALI, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya memimpin sesi Pertemuan Tingkat Menteri di World Water Forum ke-10 dan mendeklarasikan tiga tema utama atau prioritas. Yakni pembentukan centre of excellence untuk ketahanan air dan iklim, manajemen terintegrasi air di pulau-pulau kecil, dan deklarasi Hari Danau Sedunia.
Pertemuan Tingkat Menteri ini telah menyepakati tiga prioritas tersebut ditambah usulan dari Republik Kongo terkait blue economy yang dideklarasikan di akhir sesi. Deklarasi ini pun disepakati oleh 106 negara dan 27 organisasi internasional.
Prioritas pertama Deklarasi Menteri yakni Indonesia mendorong ditetapkannya Hari Danau Sedunia. “Membangun bendungan tidak gampang apalagi sekarang untuk pengadaan lahan, danau sebagai bendungan alami sifatnya itu pengkayaan air. Danau bisa mati, untuk itu harus kita jaga dengan memperpanjang umur danau. Inilah guna peringatan Hari Danau Dunia,” kata Basuki dalam keterangannya, Selasa (21/5/2024).
Baca Juga
Prioritas kedua adalah pembentukan Center of Excellence untuk ketahanan air dan iklim. Basuki menyampaikan, pembentukan Center of Excellence ini tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga negara-negara di Asia Pasifik.
Prioritas ketiga yakni mengarusutamakan isu pengelolaan sumber daya air secara terpadu pada pulau-pulau kecil. Selain itu, Pemerintah Indonesia menerima usulan Republik Kongo terkait blue economy untuk dibahas pada forum berikutnya.
“Blue economy menawarkan kemungkinan re-investasi pembangunan manusia dari sumber daya akuatik. Saya mengucapkan terima kasih pada Republik Kongo atas masukannya yang konstruktif,” ujar Basuki.
Baca Juga
Indonesia Akan Usulkan Penetapan Hari Danau Sedunia di World Water Forum Ke-10
Di samping Deklarasi Menteri, capaian dari World Water Forum ke-10 lainnya adalah keberhasilan Indonesia menyusun 113 daftar proyek terkait air dari berbagai negara senilai US$9,4 juta.
Di antaranya adalah proyek percepatan penyediaan air minum bagi 3 juta rumah tangga dan proyek pengelolaan air limbah domestik bagi 300 ribu rumah tangga yang bermanfaat bagi masyarakat di berbagai negara.
“Saya mengapresiasi partisipasi, kontribusi dan umpan balik yang telah memperkaya Deklarasi Menteri. Atas nama Pemerintah Indonesia saya ucapkan terima kasih kepada negara anggota untuk capaian kesepakatan bersama dengan topik-topik air minum, sanitasi, memperkuat sumber daya air dan kebijakan pengelolaan air,” ujar Basuki.

