Kombinasi AI-Blockchain Jadi Tren Baru Memajukan Industri Pangan
JAKARTA, Investorturst,id – Kolaborasi antara artificial intelligence (AI) dengan teknologi blockchain sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pendukung industri pangan. AI dan blockchain bahkan dapat memainkan peran kunci pada unit pemerosesan produk pangan.
Peran penting AI dan blockchain itu diungkapkan Profesor dan Peneliti di BRAIN (Blockdhain, Robotics dan Artificial Intelligence Networks) Yandra Arkeman. Menurut peneliti sekaligus dosen Institut Pertanian Bogor ini, AI dan blockchain, mampu mendorong efisiensi sekaligus mendongkrak produksi industri pangan.
“Untuk penyediaan bahan pangan, ada peluang dari produksi 5 ton bisa menjadi 11 ton dengan adanya teknologi digital terkini,” jelas Yandra Arkeman, pada kesempatan Soft Launching buku karyanya, bertajuk “Antologi Pemikiran Mengenai AI, Blockchain dan Teknolgi Digital Terkini,” di Jakarta, Sabtu (16/09/2023).
Baca Juga
Ia menambahkan, industri pangan di Indonesia tidak cukup hanya dengan berproduksi. Sistem logistik pangan Indonesia juga perlu ditata agar lebih mumpuni.
“Industri pangan tidak hanya cukup sampai tahap produksi, tetapi bahan pangan juga harus sampai ketangan konsumen karena banyak kasus bahan pangan tidak sampai konsumen,” ujar Prof Yandra.
Dengan mengandalkan AI dan blockchain, menurut Yandra, manusia akan dimudahkan dalam mendistribusikan produk pangan. Bahkan pengelolaan industri akan akan lebih optimal.
Sejalan dengan itu, menurut Prof Yandra, peluang penyimpangan bisa diminimalkan karena faktor transparansi yang melekat dengan pemanfaatan teknologi tersebut. Dengan demikian, pengelolaan system pangan di Indonesia akan semakin tertata.
Baca Juga
MOU dengan Korsel Diteken, Presiden Tinjau Lotte Chemical dan Lanjutkan Bantuan Pangan
Jika industri pangan tertata dengan baik, kendala distribusi bisa diatasi. Pada saatnya, dengan bantuan AI dan blockchain produk pangan Indonesia bisa bersaing di pasar internasional.
Tentang Buku
Buku “Antologi Pemikiran Mengenai AI, Blockchain dan Teknolgi Digital Terkini” merupakan rangkaian pemikiran Prof Yandra dengan sejumlah penulis dan pelaku teknologi digital. Buku ini dibuat berdasarkan pengamatan atas berbagai perkembangan dan implementasi teknologi digital yang dikembangkan melalui Kluster Keilmuan BRAIN IPB.
Beberapa isu penting yang diamati seperti penerapan blockchain dalam sistem halal di Indonesia, memprediksi ketersediaan pangan melalui machine learning, penggunaan drone untuk agroindustri pedesaan, serta masa depan uang digital.
Baca Juga
AECC Sepakati Dokumen Inisiatif Penguatan Keamanan Pangan Dibawa ke KTT
Dengan membaca buku ini, pembaca berkesempatan menyelami pemikiran futuristik yang belum banyak diterapkan di Indonesia. Di antaranya topik tentang komputer kuantum, penggunaan aplikasi untuk pengambilan keputusan, seperti aplikasi Arfina atau Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara.
Dua aplikasi yang dimaksud telah diterapkan BUMN seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III. Aplikasi ini berfungsi mendeteksi kebakaran hutan dan lahan melalui pencitraan satelit untuk mendeteksi titik api secara cepat dan tepat.
Baca Juga
Indonesia-Korsel Luncurkan Platform GDEP Kembangkan Pertanian

