Kepuasan Kinerja Jokowi Capai 83%, Ara: Kombinasi Kinerja dan Kepribadian
JAKARTA, investortrust.id - Politikus Maruarar Sirait menyatakan tingginya kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena faktor kinerja dan kepribadian. Hal itu disampaikan Ara, sapaan Maruarar Sirait, menanggapi hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebut terdapat 83% responden yang puas dan sangat puas dengan kinerja Jokowi.
Dalam hasil surveinya, LSI menyebut sebanyak 30% responden yang puas dengan kinerja Jokowi karena bantuan kepada rakyat kecil. Kemudian terdapat 24,5% responden yang puas dengan kinerja Jokowi karena membangun infrastruktur, karena kinerjanya sudah bagus (18,3%), orangnya merakyat (7%), dan orangnya baik (4,6%).
"Menurut saya ini adalah kombinasi yang baik antara kinerja yang baik ya, antara kinerja yang baik, yaitu tadi bantuan sosial kepada masyarakat, infrastruktur dan kinerja dan dua poin bersifat kepribadian, yaitu merakyat dan orang baik. Pak Jokowi menurut saya kinerjanya baik dan orangnya baik," kata Ara dalam rilis hasil survei LSI yang digelar secara daring, Sabtu (20/1/2024).
Baca Juga
Survei Indikator Politik: Masyarakat Akar Rumput Tak Suka Capres-Cawapres Saling Serang
Ara mengatakan, faktor ekonomi menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Tingginya kepuasan publik selaras dengan kinerja sektor ekonomi pemerintahan Jokowi. Dikatakan, pemerintah saat ini mampu menjaga tingkat inflasi sekitar 2,6% di tengah tantangan global yang berat, seperti konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah.
"Pak Jokowi fokus bekerja. Inflasi cukup terjaga. 2,6% saya pikir masih cukup baik. Inflasi paling penting, kepuasan publik sangat terpengaruh faktor ekonomi," katanya.
Ara mengamini hasil survei LSI yang menyebut tingkat kepusan publik terhadap kinerja Jokowi berpengaruh terhadap elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hal ini mengingat publik mempersepsikan Jokowi mendukung Prabowo-Gibran.
"Pak Jokowi mendukung Pak Prabowo dan Gibran karena persepsi publik, yang saya pahami begitu. Kalau kinerjanya tidak baik tentu akan mempengaruhi Prabowo dan Gibran surveinya bisa turun tetapi karena kinerjanya bagus ini berpengaruh kepada kepercayaan publik pada Prabowo dan Gibran meningkat," katanya.
Baca Juga
Hasil survei LSI menunjukkan 51,7% publik yang puas dengan kinerja Jokowi memilih Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 naik dari sebelumnya 51%. Di sisi lain, masyarakat yang puas dengan kinerja Jokowi dan memilih capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD angkanya turun dari 26,6% pada Desember 2023 menjadi 22,7%. Kemudian terdapat 17,6% publik yang puas dengan kinerja Jokowi memilih capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak) atau naik dari survei sebelumnya 15,3%.
Terlepas dari hal tersebut, Ara mengatakan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Jokowi ini menjadi barometer presiden mendatang. Ara berharap presiden mendatang dapat dipercaya oleh 88% atau bahkan 90% masyarakat. Tingkat kepercayaan masyarakat ini sangat penting karena presiden harus mengambil kebijakan-kebijakan yang tidak mudah.
"Dalam konteks menjalankan kebijakan negara pasti presiden akan melakukan kebijakan-kebiajan yang kadang tidak mudah, kadang tidak populis jadi penting sekali integritas dan dipercaya publik untuk bisa melakukan hal itu untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya.

