RI-Kanada Sepakat Bisa Rampungkan Rancangan Perjanjian ICA – CEPA di 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia dan Kanada sepakat menyusun jadwal yang jelas dan terarah untuk menindaklanjuti mandat Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Justin Trudeau terkait Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia—Kanada (Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement/ICA-CEPA) pada akhir 2024.
Kesepakatan soal jadwal baru merampungkan rancangan kemitraan dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dan Deputi Menteri Perdagangan Internasional Global Affairs Canada Rob Stewart di Ottawa, Kanada pada Selasa lalu (3/10/2023).
Baca Juga
Jokowi-PM Trudeau Upayakan Negosiasi ICA-CEPA Selesai Akhir 2024
"Pertemuan ini adalah tindak lanjut pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada KTT ke-43 ASEAN yang diselenggarakan di Jakarta awal bulan lalu. Kedua kepala negara berkomitmen mengintensifkan kerja sama bilateral. Adapun kami bertemu dan sepakat menyusun skedul jelas dan terarah untuk menindaklanjuti mandat kedua kepala negara," jelas Wamendag Jerry dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (6/10/2023).
ICA-CEPA akan menjadi perjanjian dagang pertama Indonesia dengan kawasan Amerika Utara. Diharapkan berlakunya ICA-CEPA dapat mendiversifikasi akses pasar dan rantai pasok di kawasan Amerika Utara serta menyetarakan daya saing produk Indonesia di pasar Kanada.
Kanada merupakan negara sumber investasi ke-15 bagi Indonesia. Kanada telah berinvestasi US$ 250,4 juta pada 2022. Dari sisi perdagangan, ekspor Indonesia ke Kanada pada 2022 sebesar US$ 1,27 juta.
Baca Juga
Pemuka Sikh Tewas di Kanada, Negosiasi Perdagangan India – Kanada Berhenti
“Kami percaya, banyak peluang yang bisa kita manfaatkan, salah satunya meningkatkan investasi yang ujungnya untuk peningkatan ekspor. Untuk itu, penting agar ICA-CEPA segera dirampungkan sesuai dengan mandat kedua epala negara pada akhir 2024,” tambah Jerry.
Kementerian Perdagangan mencatat, total perdagangan Indonesia-Kanada periode Januari—Juli 2023 sebesar US$ 2,05 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Kanada US$ 678 juta sementara impor Indonesia dari Kanada US$ 1,37 miliar.
Kanada merupakan negara tujuan ekspor ke-30 dan sumber impor Indonesia ke-15 dunia. Produk ekspor unggulan Indonesia ke Kanada, antara lain, produk karet dan turunannya, alas kaki, kertas, dan pakaian jadi. Sementara impor terbesar Indonesia dari Kanada adalah bahan baku pupuk (potash), gandum, kedelai, bubur (pulp) kertas.
