Ilham Habibie Sebut Hilirisasi Saja Tidak Cukup, Perlu Adanya Strategi Industri yang Mantap
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie mengatakan, hilirisasi saja tidak cukup untuk bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045. Menurutnya, dibutuhkan juga strategi industri yang mantap untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap.
“Hilirisasi bagus, tapi tidak cukup. Kalau kita melakukan seperti ini, kita tidak bisa mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045. Perlu adanya strategi industri yang lebih daripada hilirisasi saja,” ungkap Ilham Habibie dalam Diskusi Publik Pasca Debat Capres dan Peluncuran Rekomendasi Kebijakan Habibie Democracy Forum, Selasa (6/2/2024).
Ilham Habibie menjelaskan, jika Indonesia hanya berfokus pada hilirisasi, maka butuh waktu yang sangat lama untuk bisa benar-benar menjadi negara maju. Apalagi, saat ini Indonesia juga masih belum terlalu menguasai teknologi di bidang tersebut.
Baca Juga
Eks Mendag Ini Sebut Indonesia Cuan Banyak dari Hilirisasi Tambang
“Kalau kita mesti membuat smelter dulu yang kita juga belum kuasai, dan juga belum berjalan dengan baik, kemudian turunan-turunan produknya, kemudian menjadi baterai, kemudian jadi selanjutnya. Kalau semua lubang harus kita isi dulu sebelum kita lompat, atau kita buat produk yang paling hilir, itu berapa puluh tahun yang dibutuhkan?” sebut dia.
Menurut putra dari BJ Habibie tersebut, Indonesia harus mengambil langkah berani dalam membangun industri untuk bisa keluar dari middle income trap. Ia mengambil contoh negara seperti Jepang, Korea, dan China yang berhasil keluar dari middle income trap dengan industri yang mereka fokuskan.
“Apa mereka punya sumber daya alam yang lengkap? Sebagian besar tidak punya sama sekali. Jadi mereka langsung lompat karena tidak ada pilihan, tapi mereka berhasil. Kalau soal mineral dan sebagainya bisa diimpor kok. Itu komoditi, bisa beli di mana-mana. Tidak harus kita kuasai semuanya bahwa kita mau maju. Keliru,” papar Ilham Habibie.
Baca Juga
BKPM Sebut Hilirisasi Jadi Tren Investasi 2024, Ini Penjelasannya
Selain hilirisasi, pemerintah sebetulnya juga sedang mendorong ekonomi kreatif dan digitalisasi. Namun, Ilham Habibie menilai bahwa dua sektor tersebut hanya pelengkap, alias tidak bisa menjadi tulang punggung Indonesia untuk menjadi negara maju di 2045 mendatang.
“Mereka kadang-kadang juga melengkapi dengan ekonomi kreatif. Bagus, tapi itu cuma pelengkap saja. Tidak bisa mendorong kita menjadi negara yang maju di tahun 2045. Juga ditambah dengan digital. Bagus. tapi apa yang mau didigitalkan? Industrinya belum kuat,” sebut Ilham Habibie.
Ilham menegaskan bahwa Indonesia harus benar-benar memikirkan untuk menguatkan sektor industri ini. Sebab, Indonesia diprediksi akan memiliki 350 juta penduduk pada 2045 mendatang, sehingga harus disiapkan lapangan pekerjaan yang luas agar tidak tercipta gunung pengangguran.
Baca Juga
Ilham Habibie Harap Setiap Paslon Punya Rencana yang Matang Terkait Energi

