Gunakan AI untuk Pengeboran, Produksi Pertamina Rokan Jadi 6.600 Barel/Hari
JAKARTA, Investortrust.id - Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meningkatkan produksi menjadi 6.600 barel per hari dari Lapangan Minyak Petani di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Peningkatan itu selaras dengan bertambahnya pendapatan bagi negara mencapai Rp3,7 triliun.
Executive Vice President Upstream Business Pertamina Hulu Rokan, Edwil Suzandi menjelaskan inovasi digital dan otomatisasi dilakukan pada kalkulasi penentuan lokasi sumur produksi yang akan dibor. Metode numerik berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diberi nama i-PADI (integrated precision automated drilling infill) membuat Lapangan Petani menyumbang tambahan 4% dari total produksi WK Rokan.
“Teknologi ini membuat lapangan yang sebelumnya dianggap sulit untuk dikembangkan karena usia menjadi tulang punggung produksi nasional," ungkap Edwil melalui keterangan tertulis, Selasa (28/11/2023).
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Resmikan 51 Penyalur BBM Satu Harga di Wilayah 3T
Di sisi lain, Team Manager Well Development SLO North PHR, Nugroho Jati mengatakan peningkatan produksi ini membuktikan lapangan tua masih memiliki potensi besar dengan penerapan teknologi terkini. Dia berharap metode ini dapat diadopsi di lapangan lain yang memiliki karakter serupa.
"Inovasi ini membuktikan lapangan yang dulu dianggap 'mature' tetap menjadi penyumbang signifikan dalam peningkatan produksi minyak dengan metode yang tepat," ujar Jati.
Lapangan Petani merupakan salah satu lapangan minyak terbesar di Sumatra Light Oil North, Wilayah Kerja Rokan. Ditemukan pada tahun 1964 dan mulai berproduksi sejak 1968, WK Rokan mampu menghasilkan minyak dengan produksi awal sebesar 17.000 BOPD (barrel oil per day).
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga LPG Non Subsidi, Begini Rinciannya
Puncak produksi minyak dari lapangan ini terjadi pada 1971 dengan 100.000 BOPD. Tingkat produksi lapangan ini terus menurun secara alami hingga mencapai lebih kurang 4.000 BOPD saat dialihkan kepada PHR pada Agustus 2021.
Sementara itu, teknologi i-PADI memanfaatkan teknologi AI dengan metode Fuzzy Logic Training. Sistem ini secara simultan akan melakukan komputasi data baru dan mengintegrasikannya dengan data puluhan tahun yang pernah tercatat dari lapangan ini. Hasil simulasi AI berhasil mengurangi potensi kesalahan kalkulasi dalam menentukan kandidat sumur baru yang akan dibor. (CR-14)
Baca Juga
10 Ribu Orang Serbu Pertamina Eco RunFest 2023, Acara Apaan tuh?
