Kalbe (KLBF) Ekspansi ke 12 Negara Arab, Andalannya Obat Kanker Paru
JAKARTA, investortrust.id-PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengusung target menaklukkan pasar potensial di 12 negara jazirah Arab. Duabelas negara yang tersebar di Timur Tengah dan Afrika Utara meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, Yordania, Maroko, dan lain-lain.
Pasar potensial ini menjadi target awal Kalbe Farma (KLBF) untuk memasarkan obat kanker paru. Produk obat kanker akan dihasilkan dari pabrik anak usahanya, PT Kalbe Genexine Biologics atau yang sering dikenal dengan nama KGbio.
Nah, obat jenis ini bersumber dari hasil Kerjasama KGbio dengan Shangai Henlius Biotech, Inc (Henlius). KGbio mengantongi lisensi eklusif yang telah ditandatangani bersama Henlius.
Presiden Direktur Kgbio, Sie Djohan menegaskan, kerjasama dengan Henlius akan menjadi babak baru bagi perseroan untuk mengembangkan produkbiologi yang inovatif. Secara khusus, KGbio akan pengembangan produk injeksi serplulimab untuk penanganan kanker paru-paru sel kecil.
Baca Juga
Target Saham Kalbe Farma (KLBF) Direvisi Turun, Rekomendasi Tetap Buy
"Dengan jaringan dan dan kemampuan operasional KGbio di Timur Tengah dan Afrika Utara, kolaborasi ini menjadi upaya kedua perusahaan untuk mengembangkan produk-produknya khususnya untuk produk-produk biologi yang inovatif,” ujar Sie Djohan yang juga Direktur Kalbe, usai penandatanganan di Jakarta, Senin (11/9).
Sie Djohan menjelaskan, Serplulimab merupakan produk antibodi monoklonal anti-PD-1 (mAb) baru. Produk ini akan dikombinasikan dengan kemoterapi untuk pengobatan lini pertama kanker paru-paru sel kecil atau small cell lung cancer (SCLC).
Sejak tahun 2019, KGbio sebenarnya telah mendapatkan lisensi eksklusif yang sama. Namun lisensi itu khusus untuk diproduksi dan dipasarkan 10 negara di Asia Tenggara.
Kalbe meyakini bahwa kerja sama strategis ini menjadi kesempatan untuk memperkuat penetrasi pasar ke wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA). Sebagai pionir obat-obatan biologis di Indonesia, dengan adanya ekosistem kesehatan yang terintegrasi serta inovasi produk baru, Kalbe dapat memberikan akses obat-obatan yang lebih luas sesuai dengan kebutuhan pasar.
Baca Juga
Hore, Pengobatan Covid-19 Kini Masuk Penjaminan BPJS Kesehatan
Menurut Djohan, berdasarkan data-data uji klinis yang sudah dilakukan Kalbe pada fase 3 untuk pengobatan kanker paru sel kecil, serplulimab PD-1 sebagai salah satu yang terbaik di kelasnya. Hasil uji ini sudah mendapatkan persetujuan dari China untuk indikasi kanker paru sel kecil.
"Seperti yang kita tahu small cell lung cancer termasuk jenis kanker paru yang susah disembuhkan dan diobati, dengan adanya obat ini tentunya akan memberikan harapan baru juga kepada pasien-pasien kanker paru sel kecil," terang Djohan.
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Vidjongtius menambahkan, kerjasama ini akan menjadi bagian dari upaya Kalbe mendorong inovasi produk bioteknologi. Lewat berbagai prakarsa, menurut Vidjongtius, Indonesia bisa mencapai kemandirian di bidang kesehatan.
"Jadi bagaimana nantinya menciptakan Indonesia menjadi hub atau pusat inovasi research and development produksi itu luar biasa, itu salah satu bagian strategi jangka panjang, mungkin ada pengobatan kanker lain yang bisa digunakan masyarakat," tutur Vidjongtius.
Baca Juga
Investor Swasta Bangun Fasilitas Kesehatan di IKN Bulan Depan

