Kementerian ESDM Sebut Konflik Iran-Israel Tak Pengaruhi Harga Batu Bara
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai memanasnya konflik di Timur Tengah saat ini yang melibatkan Iran dengan Israel tidak berpengaruh terhadap harga komoditas batu bara. Konflik ini lebih memengaruhi harga minyak.
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu BaraIrwandy Arif menyebutkan, untuk saat ini, belum ada dampak apa pun terhadap harga batu bara. Meskipun, ia tidak memungkiri kalau harga batu bara memang mengalami fluktuasi, dengan atau tanpa adanya konflik tersebut.
“Oh, itu menyangkut minyak bukan? Harga batu bara masih naik turun saya kira. Kadang naik, ada kan statistiknya,” ujar Irwandy di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (17/4/2024).
Baca Juga
RMK Energy (RMKE) Optimistis Penjualan Batu Bara Akan Terus Naik, Ini Alasannya
Berdasarkan data dari Trading Economics, harga batu bara naik sebesar 2,06% menjadi US$ 136,50 per ton pada Senin (15/4/2024). Sedangkan kenaikan mingguan sebesar 2,63%.
Penjualan Tak Berdampak
Kendati demikian, seandainya terjadi eskalasi konflik Iran-Israel dan berlangsung berkepanjangan, Irwandy memandang hal itu bisa saja membuat harga batu bara melonjak. “Kalau eskalasi naik terus, pasti ada (kenaikan harga batu bara),” ungkap dia.
Sementara itu, untuk saat ini, Irwandy menyebut dampaknya terhadap penjualan batu bara Indonesia juga masih belum ada. Jika konflik yang terjadi berkepanjangan, juga belum tentu membuat penjualan batu bara Indonesia bisa naik.
Baca Juga
Selat Hormuz Punya Peran Penting Jaga Stabilitas Harga Minyak Dunia, Ini Alasannya
“Belum tentu (penjualan meningkat). Ini karena pasar kita sudah established, sudah tertentu,” kata Irwandy.

