Stok Terbatas, Colliers Ramal Harga Sewa Hunian Ekspatriat Naik 10% Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id – Colliers Indonesia memaparkan hasil riset mereka mengenai sektor properti di segmen expat housing.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto menyebutkan, pada tahun 2024 landlord’s atau pemilik semakin ‘pelit’ memberikan diskon kepada ekspatriat yang ada di Indonesia, karena stok rumah yang dimiliki tidak bisa mengimbangi volume ekspatriat yang datang ke Indonesia.
Dia juga menyampaikan, harga sewa hunian untuk kalangan ekpatriat berpotensi meningkat sekitar 5%-10% tahun ini.
Baca Juga
Laba Berpotensi Tumbuh 14,5%, Saham Mitra Keluarga (MIKA) dapat Rating Beli
“Sekarang ini landlord’s jadi pelit untuk memberikan diskon karena memang mereka melihat jumlah ekspatriat (expat) atau Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk juga sudah cukup tinggi, kemudian stok rumah yang ada di sekitar mereka. Nah, dari situ kita bisa lihat harga sewa itu naik sekitar 5-10% secara umum, begitu,” ujar Ferry dalam media briefing bersama Colliers Indonesia di Zoom meeting, Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Dia menambahkan, highly-demanded property bahkan bisa sampai 30% kenaikannya. “Khusus untuk properti yang highly-demanded (yang sangat diminati) itu kenaikannya bisa sampai 15%-30% range-nya,” tambah Ferry.
Selanjutnya, untuk sektor serviced apartment juga menjadi alternatif bagi para expat untuk memilih tempat tinggal yang bukan cluster. Ferry mengatakan, akan ada kenaikan sekitar 3-6% untuk harga sewa di tahun 2024.
“Kemudian untuk serviced apartment, apartemen menjadi alternatif untuk expat yang budgetnya lebih rendah, sehingga permintaan juga tumbuh cukup baik. Kita lihat tarif sewa akan meningkat sekitar 3%-6% di tahun 2024, jadi memang sudah ada ancang-ancang untuk kenaikan harga di serviced apartment,” jelasnya.
Baca Juga
Mengenai tahun politik, ia menuturkan sektor expat housing tidak terlalu berdampak. Namun, ada kemungkinan yang perlu diperhatikan.
“Nah, kalau dihubungkan dengan kondisi tahun politik 2024, kita melihat bahwa pasar expat housing ini tidak terlalu terdampak. Jadi memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya saja itu bisa berbalik jika proyek-proyek yang masuk ke Indonesia itu memang dihentikan entah karena isu politik atau apapun, sehingga kemungkinan (expat) tidak lagi bisa bekerja di Indonesia,” tutur Ferry.

