Targetkan Tarik Investasi 2 Tahun ke Depan, Jadi Alasan BPI Danantara Ajak Ekspatriat Masuk BUMN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Pandu Patria Sjahrir menjelaskan alasan membawa sejumlah ekspatriat masuk ke lembaga pengelola dana tersebut. Dengan cara ini, Danantara diharapkan dapat menjalankan standar bisnis perusahaan internasional.
“Dari sisi Danantara, kita ingin membawa paradigma baru. Bukan lagi hanya melihat ke dalam, tapi juga melihat ke luar. Jadi selama 8 bulan pertama, kita pembentukan SDM,” kata Pandu, saat membuka acara Metro TV News, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Pandu mengatakan upaya membawa paradigma baru ke BUMN itu muncul karena keinginan Presiden Prabowo membawa Indonesia masuk ke tujuh negara dengan ekonomi terbesar atau G7.
Pandu mengatakan ingin membawa Pertamina mampu menyaingi perusahaan bahan bakar asal Malaysia Petronas. Saat ini, Pertamina rata-rata mampu memproduksi 800.000 barel per hari. Bandingkan dengan Petronas yang rata-rata mampu memproduksi 2,5 juta barel per hari.
Baca Juga
Eks Wakil Direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tersebut juga ingin bank pelat merah seperti BNI dan Bank Mandiri dapat memiliki market cap setara dengan DBS Singapura. Menurutnya, market cap dua bank himbara tersebut tak sampai separuh dari DBS.
“Di mana DBS Singapura, warga negara hanya 6 juta, market cap US$ 110 miliar,” ujar dia.
Begitu halnya dengan maskapai andalan Merah Putih, Garuda Indonesia. Demi reformasi di tubuh Garuda, RUPS memutuskan dua warga negara asing duduk di kursi direksi baru yaitu Balagopal Kunduvara dan Neil Raymond Mills.
Dengan penempatan sumber daya manusia yang mumpuni di bidangnya dan pembentukan struktur baru, Pandu berharap Danantara bisa mendapat kepercayaan dari investor. Untuk itu, target Danantara ke depan yaitu menarik investasi.
“Yang akan kita lakukan dua tahun ke depan adalah pembentukan kerja sama untuk bisa menarik investasi,” jelas dia.

