AHY Dilantik Menteri ATR/Kepala BPN, Apa Kebijakannya?
JAKARTA, investortrust.id – Hadi Tjahjanto telah melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY telah menerima pesan dari menteri ATR/kepala BPN sebelumnya Hadi Tjahjanto untuk meneruskan program kerja yang belum terselesaikan di Kementerian ATR/BPN, seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Sertifikat Tanah Elektronik, hingga penanganan sengketa lahan.
“Beliau (Hadi Tjahjanto) menyampaikan bahwa ada sejumlah isu yang harus ditangani. Wamen dan jajaran pejabat teras ATR/BPN juga siap untuk kerja sama semuanya, karena ada target-target pencapaian. Ini termasuk bagaimana kita bisa menuntaskan target 120 juta bidang PTSL, kemudian sertifikasi elektronik, isu-isu sengketa yang masih tersisa, dan yang paling utama bagaimana kementerian yang strategis ini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Itu tidak bisa sendirian, tapi dengan kepastian hukum di bidang tata ruang,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN AHY di Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Rabu (21/02/2024).
Baca Juga
Reshuffle Kabinet
Pada Rabu ini pukul 11.00 WIB, Presiden Joko Widodo telah melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Maju (KIM) di Istana Negara. Hadi Tjahjanto menggantikan Mahfud MD sebagai menko polhukam dan AHY menggantikan Hadi Tjahjanto sebagai menteri ATR/kepala BPN.
AHY menyampaikan sudah belajar dari menteri ATR/BPN sebelumnya di rumah Hadi, pada Selasa (20/02/2024) malam pukul 21.00 WIB. “Tadi malam sekitar 21.00 WIB saya diterima oleh beliau di kediaman dan belajar cepat dengan bersemangat. Saya bisa menilai beliau begitu menguasai permasalahan dan juga sangat passionate sehingga saya semakin meyakini bahwa apa yang Pak Hadi kerjakan selama ini telah mengandilkan progres demi progres,” tandas AHY.
Ia juga menyatakan, tanah yang disiapkan untuk pembangunan akan mengundang para investor. Dengan demikian, terjadi pertumbuhan ekonomi hingga membuka lapangan pekerjaan.
“Tanah yang disiapkan untuk pembangunan akan memberikan keyakinan, keamanan, kenyamanan bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan penghasilan, dan seterusnya. Termasuk tentu ini urusan keadilan, beliau (Hadi Tjahjanto) menyampaikan kita harus tegas, harus menghadapi siapa pun yang melawan hukum. Kita ingin ATR ini benar-benar profesional melayani dan terpercaya, yang menjadi motto (Kementerian ATR/BPN),” tutur AHY.

