Lifting Minyak Masih di Bawah 600.000 Barel per Hari Jelang Akhir 2023
JAKARTA, investortrust.id - Produksi minyak bumi Indonesia yang siap dijual atau lifting minyak masih berada di bawah 600.000 barel per hari (bph), tepatnya 594.697 bph jelang berakhirnya tahun 2023. Jumlah itu masih jauh dari target pemerintah dalam APBN 2023 sebesar 660.000 bph.
Angka tersebut berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) per 24 Desember 2023. Diketahui,lifting minyak Indonesia mengalami fluktuasi di semester kedua tahun 2023.
Pada Agustus 2023, lifting minyak bumi Indonesia baru mencapai 597.000 BOPD. Angka itu justru menurun pada 17 Desember 2023 dengan jumlah 593.442 BOPD.
Baca Juga
Target Lifting Minyak 2023 Tak Tercapai, Menteri ESDM: Tahun Depan Dorong Gas Bumi
Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif menyebut target lifting minyak bumi tahun ini tidak tercapai. Sementara lifting gas bumi bakal tercapai.
“Minyaknya enggak. Gasnya Insya Allah (tercapai),” ujar Arifin Tasrif di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/12/2023).
Target lifting minyak sebesar 660.000 barel per hari (bph) dan target lifting gas bumi sebesar 6.160 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dalam APBN 2023.
Baca Juga
Tetapi, menurut data SKK Migas, hingga Oktober 2023 realisasi lifting minyak baru sekitar 604.300 bph atau sekitar 91,6% dari target APBN 2023. Karena itu, untuk target tahun depan, Menteri ESDM akan lebih mendorong dari sisi gas bumi, mengingat hal tersebut lebih berpengaruh pada penerimaan negara.
“Tahun depan gas yang kita dorong, tapi kalau minyak dan gas gak bisa setiap tahun. Misalnya ENI kan kita dorong di tahun 2018. Sekarang yang besar-besar kita dorong,” ungkapnya.

