Investasi Sektor ESDM Naik Rp 471,2 Triliun di 2023, Sektor Miga Penyumbang Utama
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatatkan peningkatan nilai investasi sektor energi sumber daya mineral sebanyak 11% menjadi US$ 30,3 miliar atau sekira Rp 471,2 triliun pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 27 miliar.
“Investasi di sektor ESDM mencapai US$ 30,3 miliar. Sektor migas masih mendominasi investasi sebesar US$ 15,6 miliar dan kemudian disusul dengan minerba US$ 7,46 miliar, kemudian listrik sebesar US$ 5,8 miliar, dan EBTKE US$ 1,5 miliar,” kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dalam Konferensi Pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 & Program Kerja Tahun 2024, Senin (15/1/2024).
Baca Juga
Pemerintah Targetkan RPP Kebijakan Energi Nasional Rampung Juni 2024
Dia menyampaikan, capaian ini menunjukkan tren yang baik, karena mencatatkan peningkatan setiap tahun atau sudah mendekati nilai investasi sebelum Covid-19 melanda. Pada 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda, nilai investasi mencapai angka US$ 30,6 miliar.
Kendati demikian, pada 2020 nilai investasi anjlok ke angka US$ 26,3 miliar. Meski begitu, pada 2021 investasi sudah mulai mengalami pulih dengan raihan US$ 27,5 miliar. Kemudia memasuki 2023, nilai investasi mengalami lonjakan.
Sementara itu di sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Kementerian ESDM berhasil mencatatkan Rp 300,3 triliun sepanjang 2023. Angka tersebut telah melampaui target yang ditetpakan sebanyak Rp 259,2 triliun.
Baca Juga
Akan Ada 15 Proyek Migas di 2024, Nilai Investasinya Capai Rp 8,7 Triliun
“Kami berhasil menembus PNBP senilai Rp 300 triliun. Sektor migas berkontribusi Rp 117 triliun. Selanjutnya sektor minerba berkontribusi Rp 173 triliun,” ujar Arifin Tasrif.
Arifin Tasrif menjelaskan, kontribusi besar yang didapat dari sektor minerba tersebut dikarenakan selama dua tahun ini terdapat permintaan (demand) yang meningkat di pasar global. Selain itu, meningkatnya juga harga-harga komoditas mineral.
Baca Juga
Setoran Lemigas ke Penerimaan Negara Lampaui Taraget, Capai Rp 231 Miliar di 2023
Kendati demikian, untuk tahun 2024 Kementerian ESDM menargetkan PNBP Rp 227,3 triliun. Arifin menerangkan, itu dilakukan untuk mengantisipasi kondisi global saat ini yang menyebabkan tertekannya komoditas-komoditas ESDM.
“Tentu saja kita berupaya untuk meningkatkan PNBP, tetapi juga tidak memberatkan pelaku-pelaku ekonomi yang mendorong pertumbuhan ekonomi kita,” tukas Arifin Tasrif.

