Target Lifting Minyak 2023 Tak Tercapai, Menteri ESDM: Tahun Depan Dorong Gas Bumi
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan target lifting minyak bumi tahun ini tidak tercapai. Sementara lifting gas bumi bakal tercapai.
“Minyaknya enggak. Gasnya InsyaAllah (tercapai),” ujar Arifin Tasrif di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta,Jumat (8/12/2023).
Target lifting minyak sebesar 660.000 barel per hari (bph) dantarget lifting gas bumi sebesar 6.160 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dalam APBN 2023.
Tetapi, menurut data SKK Migas,hingga Oktober 2023 realisasi liftingminyak baru sekitar 604.300 bph atau sekitar 91,6% dari target APBN 2023.
Baca Juga
Menteri ESDM Pastikan Eksplorasi Migas di Laut Belum Kena PNBP
Karena itu,untuk target tahun depan, Menteri ESDM akan lebih mendorong dari sisi gas bumi, mengingat hal tersebut lebih berpengaruh pada penerimaan negara.
“Tahun depan gas yang kita dorong, tapi kalau minyak dan gas gak bisa setiap tahun. Misalnya ENI kan kita dorong di tahun 2018. Sekarang yang besar-besar kita dorong,” ungkapnya.
Langkah yang dilakukan untuk mendukung capaian lifting gas adalah dengan mengoptimalkan sumur-sumur marginal, terlebih lagi dengan adanya eksplorasi besar yang gencar dilakukan saat ini, seperti Blok Rokan.
“Sekarang yang bisa dioptimalkan ya yang marginal-marginal, sumur-sumur marginal, itu tapi kan jumlahnya gak banyak. Kan kita sudah lama gak melakukan eksplorasi, baru-baru ini kita melakukan eksplorasi gede-gedean,” kata Arifin.
Baca Juga
Dengan Blok Rokan, Arifin yakin bahwa target 1 juta barel minyak per hari pada 2030 akan dapat tercapai.
“Ya kita kan semaksimal mungkin. Nah itu kan perkiraan 1 juta barel berdasarkan potensi. Nah untuk bisa membaca potensi kita harus melakukan kegiatan eksplorasi banyak,” ungkap Arifin.
Dia menjelaskan bahwa penting bagi perusahaan untuk meyakini adanya prospek yang baik dalam potensi migas di Indonesia. Sehingga, seismik pada eksplorasi migas telah dilakukan besar-besaran.
“Nah, supaya banyak yang mau eksplorasi, perusahaan itu harus meyakini adanya prospek, dan prospek itu cukup. Ini makanya kenapa dulu kita bikin (survei) seismik yang besar-besaran, supaya paling tidak ada preliminary data,” ujarnya.
Hingga kini, lanjut Menteri ESDM, dorongan investasi untuk eksplorasi telah didapatkan.
“ENI dapat, Masela kita dorong terus. Tahun depan BP sudah melakukan seismik,” jelas Menteri ESDM. (CR-4)

