Kadin Harap Capres Punya Program Khusus Hadapi Bonus Demografi
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Ketua Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin, Sarman Simanjorang mengingatkan para capres untuk memberikan perhatian serius terhadap peluang bonus demografi Indonesia.
Menurutnya persiapan menyambut bonus demografi sangat penting, agar Indonesia bisa optimal menggerakkan perekonomian dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2024.
Sebaliknya, apabila tidak dimanfaatkan dengan bijak, dapat menjadi beban sosial bagi bangsa, karena lonjakan tingkat pengangguran.
Baca Juga
Kadin Sebut Kenaikan Pajak Hiburan Tumpang Tindih dan Ganggu Iklim Investasi
“Kalau bonus demografi tidak dioptimalkan, akan terjadi tingkat pengangguran yang sangat besar dan itu menjadi masalah sosial di tengah-tengah masyarakat,’’ urai Sarman kepada investortrust, Jumat (02/02/2024).
Untuk itu kata dia, masyarakat perlu mengetahui visi-misi pada capres dan cawapres untuk mengatasi bonus demografi, serta ancaman pengangguran di usia produktif.
Sarman menyebut sejumlah langkah yang dapat menjadi pertimbangan capres dan cawapres, untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan.
Baca Juga
One Difabel One Rekening, Komitmen OJK Bantu Kelompok Rentan Akses Produk Keuangan
Pertama, pemerintah harus memberikan pemetaan bahwa anak muda dapat diarahkan menjadi pelaku-pelaku usaha baru atau entrepreneur. Selain itu, permerintah juga harus memberikan regulasi yang memudahkan.
“Nah jadi artinya bahwa kalau mereka didorong menjadi pengusaha-pengusaha baru Ya harus ada regulasi yang mendukung itu bagaimana mereka gampang mendapat akses permodalan, akses pemasaran, akses pembinaan manajemen, akses hak cipta dan lain-lain. Nah sehingga kita harapkan usia-usia produktif ini tidak semuanya ingin mencari pekerjaan, tapi mereka juga bisa menjadi pelaku-pelaku usaha baru,” paparnya.
Kedua, membuka ruang bagi calon-calon investor untuk masuk ke seluruh wilayah Indonesia, sehingga tidak ada lagi istilah Jawa Sentris. Saat ini, Sarman mengatakan bahwa perencanaan investasi di luar Jakarta sudah mencapai 53%, dan diharapkan semakin masif.
Sehingga, penanaman modal pada suatu industri di Indonesia dapat menyerap berbagai tenaga kerja di wilayah tersebut, dan masyarakat tidak menjadikan Jakarta sebagai satu-satunya tempat untuk mencari pekerjaan.
Baca Juga
“Kita harapkan bahwa anak-anak muda kita di daerah tidak lagi berpikir untuk mencari pekerjaan ke kota. Akan tetapi kalau investor sudah hari di sana tentu mereka akan mendapat pekerjaan di mana investor itu berada dalam hal ini,” pungkasnya.
Terakhir, Sarman berharap bahwa pemimpin yang nantinya terpilih dapat membuat badan khusus yang dapat mengatasi permasalahan dalam angkatan kerja. Sehingga, program-program dapat tereksekusi dengan baik untuk memperkuat perekonomian Indonesia.
Sebagai informasi, Menurut data yang diperoleh dari Kominfo, Indonesia akan mencapai era bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2040. Bonus demografi sendiri adalah masa di mana 60% dari keseluruhan penduduk ada dalam usia produktif (15-64 tahun).
Harapannya, nantinya capres dan cawapres yang terpilih dapat mengelola bonus demografi agar tidak terjadi angka pengangguran yang membludak, tetapi dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

