Pemerintah Akan Bangun PLTS secara Masif demi Target NZE, Ini Alasannya!
JAKARTA, investorturtrust.id - Pemerintah akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PTS) secara masif untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Pembangunan PLTS bakal diseimbangkan dengan kebutuhan energi nasional.
“Indonesia perlu menemukan keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi nasional sekaligus pengurangan emisi untuk mencapai target NZE 2060,” ujar Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu pada Pameran Hari Listrik Nasional Ke-78 - Enlit Asia 2023 bertajuk Strengthening Asean Readiness in Energy Transition di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (14/11/2023).
Baca Juga
PLTS Terapung Cirata Bisa Kurangi 214 Ribu Ton Emisi Karbon per Tahun
Menurut Jisman, untuk mencapai target NZE 2060, pemerintah telah menetapkan beberapa program pengembangan energi terbarukan sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Kebutuhan tenaga listrik pada 2040-2060 diperkirakan tumbuh berkisar 3,6-4,2% per tahun.
“Proyeksi permintaan akan menentukan jumlah kebutuhan tambahan pembangkit listrik dan infrastruktur ketenagalistrikan lainnya, serta total emisi CO2,” tutur dia.
Jisman Hutajulu menjelaskan, PLTS akan dikembangkan secara lebih masif pada 2030, diikuti pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) pada 2037.
“Dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) ada PLTS yang akan dikembangkan secara masif pada 2030, diikuti pengembangan PLTB pada 2037,” papar dia.
Baca Juga
Jokowi: PLTS di IKN Mampu Kurangi 104 Ribu Ton Emisi Karbon Tiap Tahun
Jisman mengungkapkan, PLTS akan lebih banyak dikembangkan karena biaya modalnya relatif lebih rendah. “Proyek ini akan dikombinasikan dengan pemanfaatan bendungan atau waduk untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan konsep PLTS terapung sebagai solusi keterbatasan lahan daratan,” papar dia.
Baru-baru ini, Presiden Jokowi meresmikan PLTS Cirata yang merupakan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 145 MW PLTS. Pemerintah akan terus mengembangkan PLTS terapung di Indonesia dengan memanfaatkan PLTA existing yang memiliki potensi sekitar 14 GW.

