Percepat Target NZE, PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara 1,225 GW
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui peluncuran proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mentari Nusantara I berkapasitas total 1,225 gigawatt. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan mendukung target net zero emission (NZE) 2060 atau lebih cepat, dengan tender resmi dimulai pada Kamis (30/4/2026).
Proyek tersebut dikembangkan melalui skema pengadaan terintegrasi bertajuk Giga One, model baru yang mengonsolidasikan sejumlah proyek energi terbarukan dalam satu paket strategis. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat skala keekonomian sekaligus memberikan kepastian proyek yang lebih tinggi bagi investor.
Baca Juga
PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam di Sejumlah Wilayah Jakarta
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan skema ini dirancang untuk mempercepat realisasi proyek energi bersih sekaligus memperkuat daya tarik investasi di sektor ketenagalistrikan nasional.
“Lewat strategi bundling Giga One, pengadaan proyek dilakukan secara konsolidasi dalam satu paket strategis. Hal ini membuat aspek keekonomian proyek jauh lebih bankable, kepastian proyek meningkat, serta proses pengadaan hingga konstruksi menjadi lebih efisien,” ujar Darmawan dikutip Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan proyek tersebut tidak hanya memperkuat bauran energi bersih nasional, tetapi menopang kemandirian energi dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional. Pengembangan proyek skala besar seperti ini juga membuka peluang terciptanya lapangan kerja hijau seiring tumbuhnya industri energi bersih di dalam negeri.
Skema Giga One sendiri menjadi terobosan dalam model pengadaan pembangkit energi terbarukan nasional. Dengan konsolidasi proyek, PLN berharap efisiensi biaya dapat tercapai sekaligus meningkatkan daya saing investasi di tengah tren global transisi energi.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN Suroso Isnandar menyebut pengadaan PLTS Mentari Nusantara I merupakan flagship program yang menjadi langkah awal mendukung target pemerintah membangun PLTS berkapasitas 100 gigawatt yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Melalui strategi bundling Giga One, PLN menempatkan energi terbarukan sebagai motor pertumbuhan industri nasional. Ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, tetapi pengembangan ekosistem industri energi bersih yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” kata Suroso.
Ia menambahkan program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), yaitu porsi penggunaan komponen lokal dalam proyek nasional. Penguatan TKDN penting untuk memperkokoh rantai pasok nasional sekaligus mendorong pertumbuhan manufaktur energi dalam negeri agar lebih kompetitif di pasar global.
Baca Juga
Secara kapasitas, proyek PLTS Mentari Nusantara I akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sumatra mendapat alokasi 35 megawatt, Kalimantan 340 megawatt, Jawa 600 megawatt, Sulawesi 50 megawatt, Nusa Tenggara Barat 80 megawatt, serta Maluku dan Papua 120 megawatt. Seluruh proyek ditargetkan mencapai commercial operation date (COD) atau mulai beroperasi secara komersial pada 2029.
Ke depan, PLN berencana mereplikasi strategi pengadaan terintegrasi GIGA ONE untuk pengembangan pembangkit hidro, bayu atau tenaga angin, serta Battery Energy Storage System (BESS), teknologi penyimpanan energi berbasis baterai yang berfungsi menjaga stabilitas pasokan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi sektor ketenagalistrikan nasional menuju sistem energi bersih yang mandiri dan tangguh.
“Giga One menjadi blueprint baru pengadaan energi terbarukan di Indonesia dan tonggak penting dalam perjalanan transisi energi nasional,” pungkas Suroso.

