Produsen Bahan Peledak PT Dahana Tawarkan Bisnis Baru, Loading dan Hauling
JAKARTA, Investortrust.id – Produsen bahan berenergi tinggi dan bahan peledak terpadu untuk sektor pertambangan, migas serta Pertahanan pelat merah PT Dahana punya lini bisnis baru sebagai diversifikasi usaha. Saat ini Dahana menawarkan layanan baru untuk sektor konstruksi yaitu loading dan hauling.
Informasi soal bisnis baru perusahaan disampaikan oleh GM Divisi Kuari & Konstruksi Setio Budhianto ketika hadir dalam pameran Konstruksi Indonesia 2023 yang diselenggarakan di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu (1/11/2023).
Disampaikan Setio, Dahana sukses bertahun-tahun di industri tambang, kuari & konstruksi, sehingga pihaknya percaya diri untuk memasuki pasar loading dan hauling sebagai inovasi perusahaan untuk mengembangkan lini bisnis agar kompetitif di tengah persaingan yang ketat.
Baca Juga
Pertamina Raih Penghargaan BUMN Terbaik dalam Keterbukaan Informasi Publik
“Sebenarnya, kami sudah memulai lini bisnis ini sejak tahun 2019, dan pada tahun ini kami terus memperkuat sektor loading dan hauling. Kami berharap lini bisnis ini segera dapat dinikmati banyak konsumen secara luas,” ujar Setio dalam pernyataan yang diterima Kamis (2/11/2023).
Loading dan Hauling merupakan istilah pertambangan yang merujuk pada aktivitas pemuatan dan pengangkutan material pertambangan. Setio menerangkan pasar loading & hauling di Indonesia juga sangat ketat. Namun dengan kemampuan manajemen dan pengalaman SDM yang dimiliki, ia yakin Dahana mampu untuk bersaing dalam pasar tersebut.
Baca Juga
Dengan adanya loading dan hauling, layanan Total Explosive Solutions yang dimiliki Dahana semakin lengkap. Selama ini layanan Total Explosive Solutions telah memberikan pelayanan dari penyediaan bahan peledak, drilling dan blasting, pergudangan, perizinan, mobilisasi, hingga pemusnahan bahan peledak.
“Layanan loading dan hauling Dahana juga termasuk di dalamnya pekerjaan land clearing, cutting, stripping, penggalian,pengurugan, pemadatan sampai dengan perlindungan dan perkuatan lereng, hal ini juga berlaku untuk pembangunan terowongan bawah tanah,” ungkap Setio.

