Dilanda El Nino, Tahun Ini, Pemerintah Anggarkan untuk Pangan Rp 104 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah menetapkan anggaran untuk pangan Rp 104 triliun tahun ini, di tengah terjadinya El Nino yang berdampak membawa kekeringan lebih panjang. Menjelang puncak El Nino, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memerintahkan, dalam 1 bulan ke depan, cadangan beras pemerintah di Perum Bulog harus di atas 1 juta ton.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. Dalam aspek keamanan stok beras, lanjut dia, Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk menyerap sebanyak 2,4 juta ton beras pada tahun 2023. Cadangan pangan ini juga terus ditingkatkan dari sebelumnya hanya 200.000 ton menjadi ke 300.000 ton. Seiring waktu, cadangan pangan terus meningkat menjadi 750.000 ton, dan hingga hari ini sudah mencapai 800.000 ton.
“Tahun lalu serapan (beras oleh) Bulog hanya 990.000 ton, tahun ini (ditargetkan) 2,24 juta ton. Cadangan pangan juga terus ditingkatkan, perintahnya Pak Presiden, dalam 1 bulan ke depan harus di atas 1 juta ton,” ujar Arief dalam diskusi bertajuk “Waspadai Dampak EL Nino” yang digelar Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Senin 31 Juli 2023.
Insentif Pangan Kepala Daerah
Arief juga menyebut, pemerintah telah memberikan insentif pangan total senilai lebih dari Rp 300 miliar kepada daerah-daerah guna menjaga inflasi, terkait menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman El Nino yang bisa berdampak pada krisis kekeringan.
“Tadi pagi Bu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan insentif lebih dari Rp 300 miliar kepada daerah-daerah yang bisa menjaga inflasinya. Itu diberikan ada yang Rp 10 miliar, Rp 12 miliar, Rp 9 miliar untuk intervensi,” ujar Arief.
Arief menegaskan bahwa persoalan ketahanan pangan nasional menjadi perhatian khusus pemerintah di tengah terjadinya fenomena El Nino. Dia menegaskan menjaga ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah pusat, melainkan juga perlu dukungan dari pemerintah daerah untuk menjaga stok pangan masing-masing.
“Selain insentif pangan untuk kepala daerah, pemerintah sudah menetapkan anggaran untuk pangan hingga sekitar Rp 104 triliun pada tahun ini. Masyarakat tidak perlu khawatir perihal cadangan pangan untuk menghadapi ancaman El Nino, sebab pemerintah telah memastikan bahwa stok komoditas pangan strategis nasional dalam kondisi aman, sampai dengan akhir tahun ini,” tandas Arief.
Puncak El Nino
Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (BMKG) Fachri Radjab menjelaskan, sampai saat ini, sekitar 63 persen dari 699 zona musim di Indonesia sudah memasuki musim kemarau yang dipengaruhi atau terdampak oleh El Nino. "Itu artinya kemarau sudah tiba dan dampak El Nino mulai terasa. Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus dan September 2023," kata Fachri.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengimbau masyarakat agar berhenti memboroskan air, terkait ancaman dampak El Nino yang bisa menyebabkan kekeringan lebih panjang. Selain itu, masyarakat diimbau mulai menampung air bersih untuk menjaga ketersediaan air.
“Upaya lebih kongkrit, kami berharap agar pemda melalui BPBD sudah memberikan edukasi juga ke masyarakat, keluarga-keluarga dihimbau mulai dari sekarang, penggunaan air itu betul-betul dihemat. Air hanya bisa digunakan misalnya untuk memasak dan minum, tetapi untuk mandi dan kebutuhan-kebutuhan lain sebaiknya tidak menggunakan sumber-sumber air bersih,” ujar Suharyanto.
